Peternak Ayam di Grobogan Diminta Waspada Terhadap Flu Burung
Sabtu, 02 Okt 2004 21:08 WIB
Jakarta - Flu burung atau avian influenza menyerang lagi. Kali ini, 5 dari 19 kecamatan di Grobogan Jawa Tengah jadi korbannya. Puluhan peternak ayam diminta waspada."Meski baru menyerang 5 kecamatan, kami mengharapkan semua peternak waspada. Karena wabah ini susah dideteksi. Tiba-tiba saja, ayam-ayam langsung mati," kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Grobogan Gembong Murdowo ketika ditemui detikcom di kantornya, Jl. Raya Purwodadi Grobogan, Sabtu (2/10/2004) sore.Dikatakan Gembong, flu burung yang menyerang daerahnya dipastikan berasal dari sisa-sisa wabah tahun lalu. Ayam yang selamat dari wabah biasanya bisa membawa virus untuk kemudian bisa hidup lagi ketika kondisi lingkungan memungkinkan."Ayam yang terserang flu burung, jenggernya tidak lagi membiru. Kakinya juga tidak berubah menjadi merah, tapi hanya organ dalamnya yang hancur. Ovariumnya pecah, hati (hepar-nya) berantakan. Organ luarnya tampak sehat-sehat saja," jelasnya.Dikatakan Gembong, lima kecamatan yang terserang flu burung antara lain Toro, Penawangan, Karang Wayung, Tegowanu, dan Grobogan. Belum bisa dipastikan jumlah ayam yang mati karena belum ada pendataan ulang."Kalau dari Januari sampai September ini jumlah ayam yang mati sekitar 400 ribu ekor. Tapi kalau untuk data kematian akhir belum terdeteksi dengan pasti," ujarnya.Lebih lanjut Gembong menjelaskan, pemerintah akan memberikan 1 juta vaksin. Tapi pihaknya baru menerima sekitar 250 ribu. Sedangkan 750 vaksin lainnya masih belum terkirim.Gembong meminta peternak berhati-hati. Karena penyebaran penyakit tersebut bisa juga disebabkan tidak baiknya peternak dalam menerapkan biosecurity. Misalnya, setiap orang yang masuk kandang tidak memakai pengaman apa pun.
(mar/)











































