Oknum Brimob Polda Riau Nyaris Bentrok dengan Warga
Sabtu, 02 Okt 2004 14:31 WIB
Pekanbaru - Diduga dijadikan tempat kumpul kebo, warga kota Pekanbaru menggerebek sebuah ruko. Namun di dalam ruko itu ternyata ada oknum Brimob Polda Riau, sehingga nyaris bentrok.Warga Jl Teratai Pekanbaru, merasa gerah karena dalam sebulan ini ruko berlantai tiga itu dijadikan tempat kost. Warga sering melihat keluar masuknya wanita malam. Pemilik ruko selama ini juga tidak pernah melapor ke RT dan RW setempat.Itu sebabnya, Sabtu (2/10/2004) pukul 01.30 WIB dini hari, pemuda setempat menggrebek ruko tersebut. Sekitar 30 an pemuda mencoba untuk mendobrak pintu ruko. Ternyata, di dalam ruko itu, keluar satu orang oknum Brimob Polda Riau berpakaian lengkap bersama 3 pemuda penjaga ruko.Merasa ketenangannya terusik, oknum Brimob dan penjaga ruko membawa samurai untuk mengejar warga. Melihat adanya anggota kepolisian itu, pemuda setempat menyelamatkan diri karena mereka tidak membawa senjata apapun. Tak lama dari itu, warga kembali berkumpul untuk mendatangi ruko itu dengan jumlah yang lebih besar.Namun, sesampainya di depan pintu ruko, satu unit mobil patroli Brimob sudah berada di tempat. Setidaknya ada 10 oknum Brimob berpakaian lengkap dan bersenjata menjaga ruko tersebut.Perang mulut pun terjadi. Tak lama, anggota Polsek Senapelan pun datang untuk mendamaikan. Karena pertengkaran mulut itu tidak juga reda, walhasil anggota Poltabes Pekanbaru turun tangan untuk meredamkan kedua belah pihak.Saat itu, juga, sekitar pukul 03.00 WIB, tiga orang penjaga ruko dan satu orang perempuan malam di bawa ke Poltabes untuk berdamai dengan 10 orang perwakilan warga. Tapi, sampai pagi buta itu belum tercapai perdamaian.Pasalnya, oknum Brimob yang mengejar warga dengan senjata tajam itu, tidak ikut didamaikan. Warga bersekeras, mereka mau berdamai asal di pertemukan dengan oknum Brimob tersebut.Menurut pengakuan warga, ruko itu sebelumnya merupakan kantor salah satu parpol. Ketika usai masa pemilu, lantai satu ruko itu dijadikan kantor pengacara, Soehandro, SH. Sedangkan lantai dua dan tiga, dibuat beberapa petak untuk kamar kost.
(djo/)











































