"Direncanakan besok (26/2) untuk disampaikan Gubernur secara simbolis ke beberapa SKPD, tapi sudah berlaku untuk semua," ujar ketua DPRD Ferrial Soryan di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (25/2/2013).
Ferrial mengatakan, evaluasi yang dilakukan gubernur beberapa waktu yang lalu merupakan permintaan dari Kemendagri, agar dana APBD tersebut dapat dimanfaatan secara tepat guna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini baru mau kita balas, selesai. Kan sudah ada jalan keluarnya, ini begini, ini begini, seperti contoh saya melihat kampung deret, sebagian itu tetap jadi belanja modal di dinas perumahan, bahkan ada yang di dinas pertamanan,tapi sebagian besar itu di menjadi suatu hibah yang ada di BPKD," kata Ferrial.
Ketika ditanya mengenai perbandingan presentase antara belanja modal dan hibah, Ferryal mengatakan bantuan hibah masih lebih besar. Hal tersebut merupakan keinginan pemda DKI dan sudah dibicarakan dengan Kemendagri.
"Tetap lebih besar bantuan hibah, berapa besarnya saya tidak pasti betul, tapi itu keinginan dari pemerintah daerah dan ini sudah dibicarakan dengan kementrian dan ya kami setujui saja," katanya.
Apakah akan ganggu program?
"Hanya masalah kamar, anggarannya tidak kami kurangi. (Jadi) tidak akan mengganggu, tapi tentunya Pemda harus melaksanakannya sesuai dengan aturan yang berlaku. Harus fix betul dan harus dicek, kalau kita terlalu kaku juga susah, nanti program pembangunan juga tidak akan jalan. Intinya kalau ini bermanfaat untuk rakyat banyak kenapa tidak?," ujar Ferrial.
Sebelumnya diberitakan, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2013 akan segera dicairkan. Sekda DKI Jakarta, Fadjar Pandjaitan mengatakan hasil evaluasi Mendagri sedang didiskusikan oleh Tim Pengelola Anggaran Daerah (TPAD).
"Insya Allah, besok cair. Namun kita mau koordinasi dulu dengan dewan terkait koreksi-koreksi dari kementerian dalam negeri," kata Fadjar di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (25/2).
(rii/gah)











































