Palu Kembali Diteror Bom

Palu Kembali Diteror Bom

- detikNews
Sabtu, 02 Okt 2004 08:49 WIB
Palu - Teror bom masih mengancam keamanan Palu, Ibukota Sulawesi Tengah. Kali ini korbannya adalah SMUN 1 Palu. Buntutnya, 1559 siswa yang menghuni 39 kelas dievakuasi dari lokasi sekolah. Ancaman bom datang sekitar pukul 07.00 WITA. Teror lewat telepon tersebut diterima oleh penjaga Sekolah, Awalludin. Sekolah yang beralamat di jalan Gatot Subroto, Palu. Kapolda Sulteng Brigjen Pol Aryanto Sutadi membenarkan adanya ancaman bom di SMUN 1 Palu ini pagi tadi. Namun menurut Aryanto, itu hanya perbuatan iseng sekelompok orang. "Akhir-akhir ini memang banyak penelpon gelap. Tapi semuanya hanyalah perbuatan iseng belaka. Terbukti, hingga kini tidak ada bom seperti yang ditakutkan," ujar Aryanto ketika dihubungi detikcom lewat telepon selulernya, Sabtu (2/10/2004). Sebelumnya, ancaman bom juga dilancarkan ke SMKN II Palu kemaren. Ancaman tersebut berbuntut sekitar 700 siswa yang menghuni 28 kelas pun dipulangkan. Aryanto juga mengatakan ancaman bom juga menimpa rumah kediaman Wakapolda Sulteng. Dalam sebulan terakhir, Palu sedikitnya mendapat ancaman teror bom sebanyak 5 kali.Keadaan ini disesalkan Aryanto. Pihaknya sudah menghubungi pihak telkom. Namun para penelpon gelap tersebut sulit dideteksi keberadaannya. Karena biasanya mereka menggunakan kartu prabayar. "Kita sudah menghubungi telkom minta mendeteksi telepon-telepon itu, tetapi telkom tidak bisa membantu karena mereka tidak bisa terlacak," sesalnya. Untuk itu, setengah mengancam, Aryanto mengatakan kepolisian Sulteng akan mengambil kebijaksaan. Polisi 'menghimbau' agar Telkom selaku perusahaan GSM yang bisa beroperasi di Sulteng segera mencatat setiap orang yang membeli kartu pra bayar Simpati. Setiap pembeli dicatat nama berikut identitas lengkapnya. Kalau tidak, pihak Telkomsel akan dianggap membantu kejahatan dan akan dicabut izin usahanya di Sulawesi Tengah. (dni/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads