Daging Oplosan Babi Beredar di Samarinda, MUI Imbau Stop Konsumsi Bakso

- detikNews
Minggu, 24 Feb 2013 03:13 WIB
Samarinda - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Samarinda, Kalimantan Timur, mengimbau umat muslim di Samarinda sementara menghentikan konsumsi bakso. Imbauan itu keluar pasca temuan kasus beredarnya daging babi di 2 pasar di Samarinda.

Sebelumnya, Jumat (22/2/2013) kemarin lusa, Wakil Wali Kota Nusyirwan Ismail menyampaikan hasil uji laboratorium dari sidak yang digelar 13 Februari 2013 lalu di Pasar Induk Segiri Samarinda. Dari sampel daging di 8 penggilingan daging dan 6 pedagang daging sapi, 1 penggilingan dan 4 pedagang positif menggunakan daging babi.

"Saya mengimbau kepada masyarakat Samarinda, khususnya umat muslim, mulai hari ini semuanya hentikan memakan bakso sampai yakin benar bahwa yang dimakan benar-benar halal," kata Ketua MUI Kota Samarinda KH Zaini Naim, kepada wartawan, Sabtu (23/2/2013).

Zaini mengatakan sidak Nusyirwan ke Pasar Induk Segiri, yang merupakan pasar tradisional terbesar di Samarinda, patut diapresiasi. Namun hasil sidak dan uji laboratorium harus terus ditindaklanjuti.

"Saya apresiasi, Wakil Wali Kota (Nusyirwan Ismail) sudah ke lapangan. Majelis Ulama prihatin sekali dalam 3 kasus temuan yang sama setelah sebelumnya rilis LPPOM MUI Kaltim tentang bakso berbahan daging babi. Pedagang menjual daging babi di Palaran yang diungkap kepolisian dan yang terbaru di Pasar Segiri dijual di pasar umum," ujar Zaini.

"Ini di Pasar Segiri, saya tidak sependapat dilakukan pembinaan, harus ditertibkan dan ditindak tegas, penjual pasti tahu apa yang dijualnya (daging babi atau sapi). Harus selalu diawasi oleh dinas terkait," tutur Zaini.

"Ini jangan dianggap enteng, ini persoalan sangat sensitif dalam agama kita. Bisa menyinggung perasaan umat Islam di Samarinda dan aparat harus tegas menyikapi persoalan ini," tambahnya.

Meski demikian, Zaini menggarisbawahi bahwa imbauan agar umat muslim di Samarinda menghentikan mengkonsumsi bakso tidak dalam artian mendiskreditkan pedagang bakso. "Kalau tetap ada yang mau makan, harus Ainul Yaqin, Ilmul Yaqin dan Haqul Yaqin. Siapa yang jual, beli di mana dan benar-benar yakin bahwa kita tidak akan memakan daging haram," jelas Zaini.

"Kepada pedagang bakso, yakinkan masyarakat khususnya muslim bahwa produk bakso yang dijual benar-benar daging bakso dari daging sapi. Masyarakat, harus benar-benar waspada dengan yang dikonsumsi," tambahnya.


(trq/trq)