"Saya sudah mundur dari kemarin sore setelah KPK mengumumkan (Anas tersangka). Saya akan mendukung Pak Anas mencari keadilan," ujar Tridianto di depan rumah Anas, Jalan Teluk Semangka, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (23/2/2013).
Tridianto merasa sudah tidak nyaman di posisinya. Dia merasa Majelis Tinggi sudah melangkahi kewenangannya.
"Saya mundur karena saya melihat sebagai Ketua DPC tidak lagi nyaman. Ketua umum saja digituin apalagi bawahnya," ungkap Tridianto.
Hal tersebut, kata dia, dapat dilihat dari perintah SBY yang mewajibkan semua kader mematuhi pakta integritas. "Ini pertanda majelis tinggi sangat otoriter," tutupnya.
(/)











































