Gus Dur Siap Negosiasi Pembebasan 2 WNI yang Disandera
Sabtu, 02 Okt 2004 04:46 WIB
Jakarta - Gus Dur siap membantu membebaskan 2 WNI yang disandera di Irak. Mantan Presiden yang dulu sempat mengenyam pendidikan selama 4 tahun di Irak berjanji akan berusaha sebaiknya membantu bernegosiasi para sandera dapat dibebaskan. Pernyataan Gus Dur tersebut menanggapi permintaan yang dilayangkan pihak Departemen Luar Nageri perihal bantuan negosiasi. Namun Gus Dur menyayangkan sikap Deplu yang sudah terlebih dahulu mengumumkan permintaan bantuan tersebut kepada media massa tanpa mengkonfirmasi sebelumnya kepada dirinya. "Seharusnya jangan diumumkan oleh Marty dulu. Kalau sudah begini, saya mau kerja gimana, saya usahakan sebisanyalah. Memang saya pernah 4 tahun sekolah di Irak. Dan akan saya berikan sebisanya informasi yang saya miliki," papar Gus Dur dalam konferensi pers yang berlangsung di gedung PBNU jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (1/10/2004). Ketika ditanyakan kepastian apakah pihaknya akan membantu Deplu atau tidak, Gus Dur menjawab sekenanya, "Sebisanya saya. Wong saya belum dihubungi kok. Gila gak deplu tuh."Sementara itu ditempat yang sama Juru bicara Gus Dur, Adhie Masardi mengatakan diminta atau tidak diminta pada dasarnya Gus Dur akan mengusahakan bantuannya dalam membebaskan sandera.
(dni/)











































