Peningkatan status ini terlihat setelah dilakukan pengamatan kegempaan, visual, suhu tanah dan sebagainya oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG). Menurut PVBMG, yang paling menonjol adalah terjadinya peningkatan aktivitas tremor vulkanik dalam beberapa hari terakhir.
Pada Kamis (21/2), sekitar pukul 03:36 WIB, menurut PVBMG, teramati adanya aktivitas tremor vulkanik dan disertai ditemukan abu tipis halus pada pukul 06.00 WIB di sekitar bibir Kawah Ratu, Gunung Tangkuban Parahu. Aktivitas tremor vulkanik semacam ini terpantau terjadi kembali selama 2 jam, pada Kamis malam, dengan amplitudo yang cenderung terus meningkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya peningkatan status ini, PVBMG akan terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap aktivitas Gunung Tangkuban Parahu. PVBMG juga akan melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan otoritas daerah Jawa Barat.
"Status kegiatan Gunung Tangkuban Parahu akan diturunkan atau dinaikkan jika terjadi penurunan atau peningkatan aktivitas vulkanik," imbuh PVBMG.
Menyikapi kondisi ini, PVBMG mengimbau masyarakat sekitar untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kendati demikian, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan selalu memantau perkembangan aktivitas Gunung Tangkuban Parahu.
"Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu dan pengunjung atau wisatawan atau pendaki tidak mendekati kawah yang ada di puncak Gunung Tangkuban Parahu dalam radius 1,5 km dari kawah aktif," imbau PVBMG.
Gunung Tangkuban Parahu yang tergolong gunung api aktif ini pernah dinaikkan statusnya dari level normal menjadi level waspada pada 23 Agustus 2012 lalu. Namun kemudian diturunkan kembali statusnya ke level normal pada 21 September 2012 karena adanya penurunan aktivitas vulkanik.
(nvc/mad)










































