67 Siswa SDN di Kulonprogo, DIY Keracunan Susu
Jumat, 01 Okt 2004 18:45 WIB
Yogyakarta - Sebanyak 67 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) I Nanggulan Kecamatan Nanggulan Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) keracunan setelah minum susu gratis bantuan dari PT ultra Jaya. Akibatnya, sebanyak 20 siswa masih masih dirawat di puskesmas setempat. Sedangkan sisanya 47 siswa sudah diperbolehkan pulang ke rumah.Peristiwa itu terjadi pada hari Jumat (1/10/2004) pukul 08.30 WIB, seusai upacara bendera memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Waktu itu pihak sekolah mendapat bantuan susu gratis yang diberikan kepada semua siswa SDN Nanggulan I yang berjumlah 170 siswa.Seusai upacara, semua siswa mulai kelas I - VI kemudian berkumpul di kelas masing-masing. Guru wali kelas pun kemudian membagikan susu tersebut kepada semua siswa. Namun ketika diminum, susu gratis itu rasanya sudah kecut/masam serta warnanya tidak putih lagi, agak kemerah-merahan. Menurut salah seorang guru SD Nanggulan I Sri Handayani, pihaknya tidak menyangka terjadi kasus keracunan tersebut. Sebab pihak sekolah secara rutinseminggu tiga kali tiap hari Senin, Rabu dan Jumat menerima bantuan susu gratis dari PT ultra Jaya.Seusai upacara sekitar pukul 08.30 WIB, sebagian siswa langsung diberi jatah susu gratis. Namun setengah jam kemudian beberapa siswa mengalami pusing-pusing dan muntah-muntah. "Karena ada yang muntah pihak pamong guru kemudian langsung melarang siswa yang belum minum susu untuk tidak meminumnya," kataHandayani. Selanjutnya pihak sekolah secara bertahap langsung segera melarikan siswa ke Puskesmas I Sentolo. Siswa yang mengalami keracunan berjumlah 67 orang, sebanyak 20 orang masih harus menjalani rawat inap.Setelah kejadian tersebut, pihak sekolah langsung menghubungi PT ultra Jaya sehingga semua biaya perawatan sudah ditanggung. PT Ultra Jaya juga sudah mendatangi sekolah dan mengunjungi siswa yang dirawat puskesmas. Salah seorang siswa yang mengalami keracunan, Muhammad Andi, yang masih dirawat di Puskesmas Nanggulan kepada wartawan menuturkan, susu tersebut rasanya memang agak kecut, pahit serta warnanya agak kemerah-merahan. "Saya dan teman-teman tetap meminumnya, tapi sekitar setengah jam kemudian perutsaya mual-mual. Teman-teman saya yang ikut minum susu juga mengalami hal yang sama," Andi siswa kelas V SDN Nanggulan I itu. Sementara dokter Puskesmas Sentolo I dr Syaiful Anwar mengatakan, sebagian besar siswa yang keracunan mengalami keluhan pusing-pusing, mual, muntah, sakitperut dan badan terasa gemetar. Namuan mengenai penyebab apakah susu yang diberikan sudah kadaluwarsa atau belum belum bisa dipastikan. "Yang jelas siswa keracunan karena minum susu. Beberapa sampel susu yang tersisa sudah diambil untuk diperiksa. Hingga sore ini masih ada 20 siswa yangdirawat namun bila kondisi sudah baik dan pulih besok pagi sudah kami perbolehkan pulang ke rumah," katanya.
(asy/)











































