Pemadaman Listrik Bergilir di Riau Masih Berlanjut

Pemadaman Listrik Bergilir di Riau Masih Berlanjut

- detikNews
Jumat, 01 Okt 2004 17:28 WIB
Jakarta - Pemadaman bergilir pelanggan PLN di Riau masih berlanjut selama 2 jam per hari. Diperkirakan kondisi baru akan normal pada November mendatang.Dari pantauan detikcom, Jumat (1/10/2004) di Pekanbaru, pemadaman listrik sudah terjadi sejak pukul 11.30 WIB di bebarapa wilayah. Pemadaman arus listrik terjadi di ruas jalan protokol, Sudirman Pekanbaru.Akibatnya, arus lalu lintas di Jl Sudirman wilayah Tengkerang, hingga ke Jl. Sudirman Pasar Pusat, arus lalu lintas menjadi macet. Pertigaan Jl Sudirman dan Jl Tuanku Tambusai, terpaksa dijadikan satu arah. Antrean panjang pun terjadi di kedua jalan tersebut. Lampu merah di sejumlah persimpangan tidak berfungsi. Ratusan mobil jalan merayap.Manajer Cabang PLN Unit Bisnis Pembangkitan dan Penyaluran Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Sektor Pekanbaru, Tony Hutabarat mengatakan, pemadaman listrik itu terjadi akibat menurunnya debit air di PLTA Koto Panjang di Kampar, Riau."Seharusnya tinggi air 76 dari DPL ( di atas permukaan laut-Red). Tapi, kini ketinggian air waduk hanya mencapai 74,75 DPL. Itu sebabnya, kita terpaksa melakukan pemadaman secara bergiliran," kata Tony kepada detikcom, Jumat (1/10/2004) per telepon di Pekanbaru.Menurutnya, dengan kondisi air tidak mencapai batas normal, sehingga pembangkit listrik PLTA Koto Panjang belum bisa dioperasikan secara maksimal. Kondisi itu menyebabkan, dari tiga turbin yang ada di PLTA, hanya satu yang bisa difungsikan maksimal.Dia menjelaskan, pemadaman bergilir tersebut mulai diberlakukan sejak tanggal 27 September lalu. Sedangkan jadwal pemadaman, dibagi dalam dua tahap, yakni Pukul 16.00 WIB s/d 22.00 WIB dan pukul 00.00 WIB s/d 05.00 WIB. Sedangkan daya yang dipadam, masing-masing sebanyak 25 megawatt atau sekitar 17 persen dari keseluruhan pemadaman yang harus dilakukan di wilayah Sumbagut."Pemadaman ini juga terjadi karena Riau tidak mendapat suplay daya dari Sumbagsel. Sebab, wilayah interkoneksi Sumbagut mengalami devisit daya sebanyak 150 megawatt," katanya.Menurutnya, kondisi daya listrik di Riau baru diperkirakan baru akan kembali normal pada awal November mendatang. Hal itu pun dimungkinkan apa bila iklim pada November bisa turun hujan."Saat ini baru tahap peralihan antara kemarau dan penghujan. Tapi, apa bila November curah hujan tinggi, maka akan kita usahkan untuk tidak lagi terjadi pemadaman," katanya. (djo/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads