PPP Keluar, Koalisi Kebangsaan Persiapkan Strategi Baru
Jumat, 01 Okt 2004 16:40 WIB
Jakarta - PPP tidak mau diajak kembali ke Koalisi Kebangsaan. Karena itu, dalam perebutan ketua DPR, Koalisi Kebangsaan sudah mempersiapkan strategi baru. Salah satunya, Golkar akan menawari fraksi lain posisi wakil ketua DPR yang sebelumnya telah diplot untuk PPP. Hal ini disampaikan Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga Koordinator Koalisi Kebangsaan Akbar Tandjung kepada wartawan di gedung DPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (1/10/2004). "Koalisi Kebangsaan akan mengubah strategi dalam menghadapi pemilihan ketua DPR dan MPR," kata Akbar. Ada tiga langkah yang akan dilakukan Koalisi Kebangsaan. Pertama, Koalisi akan memantapkan soliditas masing-masing parpol pendukung. Kedua, setelah parpol pendukung solid, Koalisi Kebangsaan akan mensolidkan anggota-anggota. Dan Ketiga, Koalisi Kebangsaan akan mengajak fraksi-fraksi lain dan indivisu untuk bergabung. "Fraksi tersebut bisa jadi fraksi besar maupun fraksi yang belum memberikan dukungan kepada salah satu calon," kata Akbar. Menurut Akbar, pihaknya juga akan mengganti kursi calon wakil ketua DPR yang sebelumnya diplot untuk PPP. "Siapa nama yang akan menggantikan, nanti akan kita konsultasikan dengan PDIP. Karena kami membutuhkan soliditas untuk menjamin bahwa calon yang kami ajukan berhasil menjadi ketua," kata Akbar. Akbar mengaku, PPP suda tidak bisa lagi diajak kembali ke Koalisi Kebangsaan. "Strategi baru itu akan kami bicarakan dengan teman-teman di Koalisi Kebangsaan. Karena kami telah dengan berbagai cara melakukan pendekatan kepada PPP dan tampaknya tidak bisa lagi. Dan kami telah membuat rencana baru dengan meninjau ulang berapa dukungan yang bisa kami dapatkan," kata dia. Akbar mengaku tetap optimistis calonnya, Agung Laksono akan bisa memenangkan ketua DPR. "Kami tetap optimis. Termasuk tadi malam saya sudah ketemu Ibu Megawati bahwa kami akan tetap bersama-sama," jelasnya. Ditanya mengenai kemungkinan Koalisi Kebangsaan mengakomodasi keinginan PPP agar calon PDIP yang jadi ketua DPR, Akbar mengaku, hal itu tidak akan mungkin. "Pakey tidak akan berubah, tetap seperti semula. Pak Agung menjadi ketua," kata dia.
(asy/)











































