AS Gempur Samarra, Sedikitnya 80 Warga Irak Tewas

AS Gempur Samarra, Sedikitnya 80 Warga Irak Tewas

- detikNews
Jumat, 01 Okt 2004 16:30 WIB
Jakarta - Pasukan AS dan Irak melancarkan serangan besar-besaran untuk menguasai kota Samarra, basis kelompok perjuangan Irak. Pihak rumah sakit setempat menyatakan bahwa sedikitnya 80 warga Irak tewas dan 100 lainnya luka-luka dalam serangan itu.Pasukan Divisi Infantri Pertama, Garda Nasional Irak dan Angkatan Darat Irak bergerak masuk ke Samarra setelah Kamis (30/9/2004) tengah malam waktu setempat. Pasukan langsung mengamankan gedung-gedung pemerintah dan kepolisian di kota tersebut. Demikian disampaikan pihak militer AS dalam sebuah statemennya seperti dilansir kantor berita Associated Press (AP), Jumat (1/10/2004).Penduduk setempat hanya bisa berdiam di rumah-rumah mereka seiring bombardir yang dilancarkan pesawat-pesawat perang AS. Tank-tank tempur AS juga dikerahkan dalam operasi ofensif ini. Setidaknya tiga rumah rata dengan tanah dan lusinan mobil hancur."Kami ngeri dengan pendekatan keras yang digunakan pasukan Amerika untuk menguasai kota ini," ujar Mahmoud Saleh, seorang warga Samarra. "Istri saya dan anak-anak ketakutan setengah mati dan mereka tidak bisa tidur sejak tadi malam. Saya harap pertempuran berakhir secepat mungkin," tuturnya.Setidaknya 80 jenazah dan lebih dari 100 korban luka-luka dibawa ke Rumah Sakit Samarra. Demikian menurut salah seorang dokter di sana, Dr. Khalid Ahmed. Banyaknya korban yang masuk, ujarnya, menyebabkan rumah sakit kehabisan perban, tabung oksigen dan alat medis lainnya.Sejauh ini belum ada laporan mengenai korban di pihak militer AS. Akibat gempuran ini, listrik dan air pun tidak berfungsi sebagaimana biasa. Pasukan AS memerintahan warga untuk tidak berada di jalanan sementara pasukan melakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah untuk mencari gerilyawan. Aturan jam malam mulai dari pukul 19.00 hingga 07.00 pun diberlakukan.Operasi ofensif ini merupakan respons atas "serangan-serangan berulang oleh pasukan anti-Irak" terhadap pasukan koalisi dan Irak. Demikian militer AS dalam statemennya. Tujuannya untuk membunuh atau menangkapi gerilyawan di kota tersebut. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads