Wabah Flu Burung Belum Ditemukan di Indonesia
Jumat, 01 Okt 2004 16:00 WIB
Jakarta - Kasus flu burung belum ditemukan di Indonesia meski dilaporkan 1.000 ayam mati di Bantul dan 20.000 ayam lainnya mati di Malang. Wabah flu burung sudah amat terkendali."Sampai sekarang saya belum mendengar laporan yang membenarkan itu. Saya sendiri baru kemarin survei ke Blitar dan Malang. Laporan yang saya dengar dari Kepala Sub Dinas Kesehatan Hewan yang bertanggung jawab di Malang sejauh ini kasus 20 ribu ayam mati itu belum ditemukan," kata Kepala Sub Direktorat Kesehatan Hewan Didjen Bina Produksi Peternakan, Dr Hewan Rachman Yusuf di Departemen Pertanian, Jalan Harsono RM, Ragunan, Jumat (1/10/2004). "Kemudian di Bantul dan Grobogan, kami sudah menugaskan tim kesehatan di Yogyakarta untuk menginvestigasi apakah betul ada kasus flu burung.Ternyata sejauh ini kasus flu burung belum ditemukan," lanjutnya.Menurut Rachman, pihaknya telah menetapkan langkah-langkah strategis penanggulangan flu burung. Ada 9 langkah, pertama vaksinasi dari pemerintah diberikan 300 juta dosis, Kedua, pemusnahan unggas tertular. Ketiga, Depopulasi (pemusnahan ternak unggas yang sekandang dengan ternak yangsakit).Keempat, pemberian konpensasi pada para peternak dan per ekor diganti Rp 2.000. Dana dari pemerintah sebesar Rp 17,4 miliar. "Dana yang diturunkan sesuai laporan baru sebesar Rp 10 miliar.Bila tidak ada kasus lagi akan kami kembalikan sisanya," ujarnya.Kelima pengawasan lalu lintas, maksudnya pengawasan terhadap unggas yang keluar dan masuk dari daerah yang tertular.Keenam, penyuluhan kepada masyarakat. Ketujuh, pengisihan kandang kembali setelah lokasi dinyatakan bersih. Kedelapan, monitoring dan terakhir evaluasi. "9 langkah strategis masih berlangsung di Jawa, Bali, Lampung dan Kalimantan," kata Rachman.Amat TerkendaliDalam kesempatan itu, Rachman mengatakan wabah flu burung di Indonesia sudah amat terkendali. Artinya, kasus flu burung sudah sangat jauh menurun.Menurut laporan, lanjutnya, Agustus 2003 sampai 2004 dari 95 kabupaten/kota yang tertular dan 14 provinsi yang tertular hanya tinggal beberapa kabupaten yang masih tertular. "Sampai Juli 2004, kasus yang terjadi hanya di Tulungagung ada 990 ayam yang mati dan sampai sekarang belum ada laporan kasus baru," ungkapnya."Kami memprogramkan Indonesia bebas flu burung pada 2007. Pada 11 sampai 13 Oktober akan dilaksanakan rapat koordinasi dan evaluasi penanggulangan flu burung dengan seluruh Dinas Peternakan se-Indonesia di Blitar," demikian Rachman.Sebanyak 1.000 ayam mati di sebuah peternakan ayam pedaging di wilayah Bantul. Sementara di Malang, dilaporkan 20.000 ayam mati dalam empat bulan terakhir.
(aan/)











































