Pelajar SMA Muhammadiyah Demo Anti Komunis
Jumat, 01 Okt 2004 15:08 WIB
Surabaya - Puluhan pelajar SMA Muhammadyah 7 Surabaya yang menamakan dirinya Front Anti Komunis menggelar demonstrasi di depan gedung DPRD Kota Surabaya Jl. Yos Sudarso, Surabaya, Jumat (1/10/2004).Mereka meminta kepada pemerintah yang baru untuk mewaspadai masuknya neo-komunis di pemerintahan yang akan datang.Dalam orasinya, mereka mengatakan pada tahun ini sampai periode 2009 nanti anggota legislatif di DPR RI, sebanyak 86 orang adalah anggota eks neo PKI. "Ini perlu kita waspadai. Sebagai anak bangsa kita sekarang ini kalah dengan opini publik yang digalang oleh orang-orang komunis," kata mereka.Kepada wartawan, korlap aksi Arufan Jafar mengatakan, aksi ini menuntut kepada pemerintah agar tidak memberikan ruang dan tempat bagi hadirnya komunis di Indonesia. "Karena saat ini sebagian besar eks neo PKI telah masuk ke dalam pemerintahan serta memperingatkan kepada masyarakat Surabaya agar memwaspadai hadirnya nasakom jilid kedua," kata ABG ini.Dalam aksinya, para pelajar anggota Front Anti Komunis mengenakan pakaian seragam sekolah Muhammadiyah bermotif batik warna biru serta mengenakan ikat kepala bertuliskan Front Anti Komunis. Mereka juga membawa berbagai poster yang bertuliskan "Pak SBY dan Kalla jangan gentar hadapi neo-PKI yang berkedok HAM" dan "Demokratisasi rakyat bersamamu" serta "Awas Nasakom jilid ke-2".Aksi yang dimulai pukul 13.00 WIB ini berlangsung tertib. Sekitar 20 petugas kepolisian dari Polresta Surabaya Selatan menjaga dan mengamankan aksi. Setelah berorasi sekitar 30 menit, aksi dilanjutkan ke depan gedung Grahadi Surabaya Jl. Gubernur Suryo yang berjarak sekitar 500 meter dengan berjalan kaki.
(nrl/)











































