Kapal Angkatan Laut AS Mulai Berpatroli Awasi Korut
Jumat, 01 Okt 2004 14:28 WIB
Jakarta -
Dikarenakan meningkatnya kekhawatiran akan uji coba rudal Korea Utara (Korut), satu kapal penghancur AS telah mulai melakukan patroli di Laut Jepang untuk mengawasi negeri komunis itu. Ini disebut-sebut sebagai langkah pertama menuju pembentukan jaringan untuk melindungi AS dan sekutu-sekutunya dari serangan rudal asing.Pejabat-pejabat Angkatan Laut AS membenarkan bahwa USS Curtis Wilbur, satu dari tiga kapal dalam Armada Ketujuh AS yang ditugaskan untuk patroli, telah meninggalkan pangkalannya di selatan Tokyo, Jepang awal pekan ini. Demikian seperti diberitakan Associated Press, Jumat (1/10/2004).Namun karena alasan keamanan, pejabat-pejabat AS itu menolak berkomentar mengenai detail misi kapal penghancur tersebut. Dua kapal penghancur lain yang ditunjuk untuk misi patroli saat ini masih berada di pelabuhan Pangkalan Angkatan Laut Yokosuka, basis armada tersebut.Patroli tersebut merupakan langkah awal untuk mewujudkan janji yang dibuat Presiden AS George W Bush dua tahun lalu. Yakni janji untuk membentuk jaringan pelindung rudal balistik yang akan melindungi AS, dan sekutu-sekutunya serta pasukan dari serangan rudal.Lebih dari 50 ribu pasukan AS ditempatkan di Jepang, termasuk Armada Ketujuh yang berkekuatan 20 ribu personel.Korut mengagetkan Jepang pada tahun 1998 dengan meluncurkan rudal balistik "Taepodong" ke arah Jepang. Pada tahun 2002, Pyongyang menyetujui moratorium atas uji coba rudal jarak jauh. Namun laporan-laporan meningkatnya aktivitas di tempat-tempat rudal Korut pekan lalu, menimbulkan kekhawatiran bahwa negeri itu mungkin akan segera melakukan uji coba rudal.Tiga kapal dalam Armada Ketujuh yang ditugaskan untuk melakukan misi patroli tersebut adalah USS Fitzgerald, USS Curtis Wilbur dan USS John S. McCain.
(ita/)










































