Deplu Minta Bantuan Gus Dur Lobi Penyandera 2 WNI di Irak

Deplu Minta Bantuan Gus Dur Lobi Penyandera 2 WNI di Irak

- detikNews
Jumat, 01 Okt 2004 14:07 WIB
Jakarta - Untuk melobi penyandera 2 WNI di Irak, Deplu meminta bantuan tokoh agama Gus Dur. Sedangkan motif penyanderaan masih dicari tahu pihak Deplu."Deplu berupaya akan meminta bantuan tokoh agama, yakni Gus Dur untuk melakukan imbauan dan seruan, agar penyanderaan segera diakhiri."Demikian disampaikan Jubir Deplu Marty Natalagewa dalam jumpa pers di kantornya jalan Pejambon Jakarta Pusat, Jumat (1/10/2004).Deplu sudah meminta bantuan Imigrasi, Depnakertrans, dan perusahaan elektronik G-Bell tempat kedua WNI yang disandera di Irak bekerja. Keduanya adalah Rosidah binti Anom dan Rafikan binti Aming yang disandera pada Kamis (30/9/2004). Turut disandera juga 6 warga Irak dan 2 warga Libanon."Deplu nanti akan berkomunikasi dengan keluarga, agar keluarga juga dapat melakukan imbauan serupa membebaskan anaknya. Upaya lainnya, Deplu akan bertukar informasi dengan Libanon dan melakukan koordinasi," jelas Marty.Mengenai motif penyanderaan, menurut dia, Deplu belum dapat memastikan. Diakuinya memang sempat diberitakan mereka disandera kelompok yang menamakan diri Tentara Islam di Irak."Tapi belum ada tuntutan dari kelompok ini, jika memang benar kelompok ini yang menyandera. Penyanderaan sebelumnya pada umumnya dikaitkan dengan anggapan pekerja asing sebagai kolaborator pendudukan asing di Irak," papar Marty.Menurut dia, ada 3 kemungkinan skenario berkaitan penyanderaan di Irak. Pertama, seruan agar negara yang terkait menarik mundur pasukan di Irak. Kedua, mengutuk pendudukan asing di Irak. Ketiga, meminta tebusan."Indonesia tidak termasuk kategori pertama dan kedua, karena Indonesia secara konsisten mengutuk penggunaan kekerasan dan pendudukan di Irak. Kita juga tidak punya pasukan di Irak," katanya.Kalau diminta tebusan, Indonesia akan menebus atau tidak? tanya wartawan. "Itu belum terjadi. Kita tidak dapat melihat ke depan dulu. Kita fokus pada upaya pembebasan yang disebutkan tadi," demikian Marty. (sss/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads