Deplu Masih Lacak Alamat Orang Tua Rosidah dan Rafikan
Jumat, 01 Okt 2004 13:43 WIB
Jakarta -
Pihak Deplu masih melacak alamat orang tua Rosidah binti Anom dan Rafikan binti Aming, 2 WNI yang disandera di Irak."Benar adanya 2 WNI yang disandera di Irak. Ini hasil klarifikasi KBRI di Qatar, yang secara khusus datang ke stasiun televisi Al Jazeera yang sempat menayangkan gambar 2 WNI tersebut. Itu hasil analisa terhadap rekaman tersebut. Ada juga 6 warga Irak dan 2 warga Libanon yang disandera."Demikian disampaikan Jubir Deplu Marty Natalagewa dalam jumpa pers di kantornya jalan Pejambon Jakarta Pusat, Jumat (1/10/2004)."Deplu meminta bantuan kepada Imigrasi berkaitan dengan penerbitan paspor untuk mengonfirmasi jati diri kedua WNI tersebut, dan melacak alamat orang tua mereka. Karena sampai sekarang Deplu belum berhasil mengontak keluarga mereka," ujarnya.Selain itu, Deplu akan melakukan upaya konkret dengan memanfaatkan tenaga dari Depnaker untuk mencari tahu apakah 2 WNI tersebut termasuk dalam daftar yang dimiliki Depnakertrans sebagai orang yang memang sedang bekerja di luar negeri."Kedua WNI tersebut bekerja di perusahaan elektronik G-Bell. Pihak Deplu juga akan mengontak perusahaan tersebut untuk mengonfirmasi apakah benar 2 WNI itu bekerja di sana," kata Marty.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































