Massa Anti Militer Dihajar Massa Anti Komunis di Yogya
Jumat, 01 Okt 2004 12:54 WIB
Yogyakarta - Aksi demo menolak militerisme dan menuntut dihapuskannya komando teritorial oleh aktivis LMND berakhir dengan bentrokan dan dibubarkan oleh massa Front Anti Komunis Indonesia (FAKI). Satu aktivis LMND yang tertangkap sempat menjadi bulan-bulanan massa FAKI. Sedangkan mahasiswa lainnya melarikan diri tercerai-berai.Bentrokan terjadi di pertigaan Ngejaman Jl Reksobayan Yogyakarta pukul 11.30 WIB, Jumat (1/10/2004) sekitar 100 meter dari markas Korem 072 Pamungkas. Saat itu sekitar 50-an aktivis LMND hendak melakukan aksi di depan Korem. Namun sebelum aksi berlangsung, mereka dihadang dan dikejar sekitar 10 orang anggota FAKI yang bersenjatakan pentungan kayu, bambu dan besi.Ketika massa LMND mengetahui telah dihadang, massa langsung bubar dan kabur melarikan diri. Beberapa anggota FAKI mengejar sambil mengacung-acungkan pentungannya. Satu orang aktivis tertangkap di selatan parkiran mobil Pasar Beringharjo. Aktivis tersebut langsung dihujani pukulan kayu dan tendangan oleh beberapa orang hingga terjatuh.Aktivis lainnya ada yang kabur ke arah timur menyusuri parkiran Beringharjo dan selatan menuju perempatan Kantor Pos di Jalan Senopati. Beberapa poster, spanduk dan bendera bergambar lambang Jaker (Jaringan Kerja) yang ditinggalkan massa di depan Monumen SO 1 Maret, langsung diinjak-injak dan disobek-sobek anggota FAKI.Sedangkan anggota FAKI lainnya terus mengejar aktivis yang masih membawa bendera LMND hingga kawasan shopping center sekitar 500 meter dari lokasi bentrokan.Saat merobek-robek dan menginjak-injak poster, mereka meluapkan kejengkelannya dengan berteriak "mana gambar-gambar Palu Aritnya, pasti ada gambar Palu Aritnya. "Ini kerjaan orang PKI, Jaker itu onderbouw-nya PKI dan harus dilawan," kata pentolan FAKI Yoagyakarta, Burhanuddin, sambil membakar bendera berlambang Jaker itu.Sebelum bentrokan terjadi, massa LMND menggelar aksi di Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM) mulai pukul 09.30 WIB. Setelah itu mereka melakukan longmarch menuju perempatan Tugu Yogyakarta di Jl Mangkubumi dan menggelar orasi di depan pintu gerbang DPRD DIY di Jl Malioboro.Dalam aksi itu selain menolak militerisme, menuntut dicabutnya komando teritorial seperti Kodam, Korem, Kodim, Koramil dan Babinsa serta dicabutnya RUU TNI yang telah disahkan DPR. Mereka juga menuntut TNI kembali ke barak-barak militer, menarik pasukan organik TNI dari Aceh dan Papua serta pembebasan tapol/napol tanpa syarat.Mereka juga mengecam pemerintahan Megawati dan pemerintah baru SBY-Kalla hanya menghasilkan koalisi elit saja bukan koalisi sipil. "SBY dan Kalla itu cerminan pemerintahan yang militeristik dan neoliberal sehingga sudah pasti tidak akan berpihak kepada sipil/rakyat," kata Hilman Afriandi dalam orasinya.
(nrl/)











































