Koalisi Kebangsaan Vs PPP-PD-PAN-PKS-PKB, Siapa Menang?
Jumat, 01 Okt 2004 10:03 WIB
Jakarta - Pemilihan ketua DPR periode 2004-2009 bakal berlangsung seru. Peta kekuatan sudah mulai mengerucut. Koalisi Kebangsaan minus PPP melawan kekuatan baru PPP, PAN, PKS, dan Partai Demokrat (PD). Siapa yang menang? Peta kekuatan ini makin bergairah karena PPP sudah memastikan keluar dari Koalisi Kebangsaan dalam perebutan ketua DPR. 'Membelotnya' PPP karena Partai Golkar ngotot menginginkan posisi ketua DPR. Sedangkan PPP menginginkan ketua DPR dari PDIP, sebagai bentuk kompensasi atas kekalahan Mega-Hasyim dalam pemilihan presiden (pilpres). Tapi, karena Golkar masih tetap menginginkan calonnya, Agung Laksono, untuk menjadi calon ketua DPR, PPP pun akhirnya mengajukan calon sendiri untuk posisi ketua DPR. Hal ini dibenarkan oleh fungsionaris DPP PPP Lukman Hakim. Bagi PPP, karena Golkar ngotot, maka mau tak mau harus ada perubahan dalam kepemimpinan DPR.PPP pun kemudian melakukan lobi dengan sejumlah partai politik di luar Koalisi Kebangsaan. Lobi PPP pun mendapat sambutan yang luar biasa dari PAN, PKS, PKB, dan PD. Klop. Sebuah paket untuk calon pimpinan DPR dan pimpinan MPR sudah disepakati oleh masing-masing partai. Menurut Lukman, PPP mendapat kebagian calon ketua DPR dan PKS mendapat calon ketua MPR. PAN dan PKB mendapat kursi calon wakil ketua DPR dan calon wakil ketua MPR. Sedangkan PD mendapat porsi wakil ketua DPR saja. Susunan paket yang diajukan untuk pimpinan DPR adalah Endin AJ Soefihara dari PPP sebagai calon ketua DPR, EE Mangindaan dari PD sebagai calon wakil ketua DPR, Hatta Rajasa dari PAN sebagai calon wakil ketua DPR, dan Ali Masykur Musa dari PKB sebagai calon wakil ketua DPR. Sedangkan untuk pimpinan MPR yang diajukan adalah Irwan Prayitno dari PKS sebagai calon ketua MPR, AM Fatwa dari PAN sebagai calon wakil ketua MPR, dan KH Yusuf Muhammad dari PKB sebagai calon wakil ketua MPR. Satu kursi untuk calon wakil ketua MPR akan dicari dari anggota DPD. Menurut Lukman, paket ini sudah pasti akan diajukan dalam pemilihan ketua DPR yang akan digelar dalam sidang paripurna, Jumat (1/10/2004). Dengan kekuatan baru ini, maka persaingan posisi ketua DPR akan berjalan ketat. Karena menurut informasi yang didapatkan detikcom, paket yang digeber oleh PPP, PAN, PKS, PD, dan PKB ini akan mendapat dukungan dari partai-partai lain, seperti PBB, PBR, dan PDK. Mereka lebih menginginkan adanya perubahan dalam kepimpinan DPR. "Masak Golkar lagi," kata salah seorang anggota DPR dari PBB. Sedangkan dari kubu Koalisi Kebangsaan, sampai sekarang belum ada formasi jelas. Dengan keluarnya PPP, maka Koalisi Kebangsaan hanya beranggotakan Golkar, PDIP, dan PDS. Belum ada keterangan jelas dari elit tiga partai itu mengenai paket yang akan diajukan. Selama ini, Golkar telah memplot kadernya, Agung Laksono sebagai calon ketua DPR. Sedangkan, kursi calon ketua MPR diberikan kepada PDIP, yang kabarnya akan mencalonkan Sutjipto. Untuk kursi wakil ketua DPR, PDIP juga kabarnya mengajukan Soetardjo Soerjoegoeritno. Golkar juga telah memplot kadernya, Theo L Sambuaga, sebagai calon wakil ketua MPR.Bila memang dua kekuatan tersebut tidak berubah dalam pemilihan ketua DPR nanti, marilah kita berhitung secara kasar, siapa yang akan bakal jadi pemenang. Gabungan PPP, PKB, PAN, PKS, dan PD sendiri akan memiliki suara yang cukup besar. Di DPR, PPP memiliki 58 kursi, PKB 52 kursi, PAN 53 kursi, PKS 45 kursi, dan PD 56 kursi. Total kursi yang dimiliki 264 kursi. Dengan total anggota DPR 550 kursi, maka modal yang mereka miliki masih kurang dari 50 persen. Lantas bagaimana kekuatan Koalisi Kebangsaan? Dengan keluarnya PPP, kekuatan mereka meski berkurang, namun tetap memiliki kekuatan yang lumayan. Di DPR, PDIP memiliki 109 kursi, Golkar 127 kursi, dan PDS 13 kursi. Jika ditotal, modal awal mereka sebanyak 249 kursi. Jumlah yang juga kurang dari 50 persen dari jumlah total anggota DPR ini hanya selisih sedikit dengan kekuatan lawan. Kedua kubu tetap memiliki peluang untk menang. Karena bisa saja, personel-personel di masing-masing kubu tidak solid. Selain itu, kemenangan juga dipengaruhi oleh kekuatan masing-masing kubu untuk mendekati parpol-parpol lain. Kita tunggu saja!
(asy/)











































