Pemilik CV Rifa Medika, Lisa Lukitawati, datang memenuhi panggilan KPK terkait pengadaan sarana olah raga dalam proyek Hambalang. Dia memberi penjelasan soal kasus yang membuatnya dicegah KPK ke luar negeri.
Menurut Lisa, perusahaannya memiliki tugas pokok dan fungsi sebagai konsultan peralatan kesehatan dan sport science. Karena tupoksinya itu, perusahaan Lisa bisa saja berhubungan dengan menteri pemuda dan olahraga.
"Perusahaan saya di sport science. Ya ada dong hubungan dengan (Menpora)," kata Lisa usai diperiksa KPK, Kamis (14/2/2013). Menurut Lisa, bisnis sport science adalah aplikasi teknologi terhadap program atlet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum dong. Kan yang terjadi baru konstruksi, iya kan? Dan saya berada di tim asistensi kembali kalimat tim asistensi is to assist. Bukan tim perumus apa perancang, bukan," ungkapnya.
Lebih jauh, Lisa menuturkan hal yang ditanyakan penyidik yaitu rekapitulasi terhadap pemeriksaan sebelumnya. Selain itu ada juga yang terkait tupoksi Lisa sebagai direktur CV Rifa Medika.
"Tupoksinya memang saya memiliki kecakapan untuk peralatan sport science saja. Jadi tolong teman-teman juga menyampaikan itu dengan benar, bukan penggelembungan harga atau konstruksi yang teman-teman bangun berdasarkan asumsi," ujarnya.
Lisa menegaskan dirinya sama sekali tidak tahu dan terkait dengan pengadaan alat-alat untuk proyek Hambalang. "Soal pengadaan saya tidak tahu menahu dan perusahaan saya, sekali lagi saya tegaskan tidak terkait sama sekali," lanjutnya.
CV Rifa Medika merupakan salah satu perusahaan konsultan untuk proyek Hambalang. Lisa dianggap sebagai saksi yang istimewa karena sampai dicegah keluar negeri sejak 25 Januari 2013. Perpanjangan pencegahan ini dilakukan setelah pencegahan pertama selama 6 bulan sejak 19 Juli 2012, habis masa waktunya per 19 Januari 2013.
(mad/mad)










































