Pengamanan di Australian International School Biasa saja
Kamis, 30 Sep 2004 18:46 WIB
Jakarta - Meski sebelumnya meminta penambahan dana untuk pengamanan, penjagaan di Australian International School (AIS) Jakarta tampak biasa saja. Hanya terlihat 6 orang satuan pengamanan (satpam) yang berjaga-jaga di sekolah tersebut.Dalam pantauan detikcom, situasi sekolah sendiri tampak lengang. Pasalnya, aktivitas sekolah memang sedang libur hingga 11 Oktober mendatang.Salah seorang satpam Syarifuddin mengaku, pengamanan AIS lebih diperketat sejak terjadinya bom kedubes Australia beberapa waktu lalu. "Setelah adanya bom, kini dibangun juga pagar tambahan yang berada di dalam areal sekolah," kata Syarifudin kepada detikcom ketika di temui di AIS, Jl. Kemang Timur No. 81 Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (30/9/2004).Ia menambahkan dari 25 personil satpam sebanyak 21 orang bertugas selama 12 jam sedangkan sisanya melakukan patroli 24 jam. "Belum lagi ada bantuan pengamanan dari Polda sebanyak 5 orang yang berjaga selama 8-10 jam."Selain itu, menurutnya, 10 orang petugas dari Polres Jaksel dan Polsek Mampang Prapatan dan Pos Pol Kemang melakukan patroli selama 24 jam. "Dan kemungkinan akan ada tambahan pengamanan lagi," tegasnya.Setelah adanya bom kuningan, lanjut dia, pengawasan terhadap orang akan masuk ke sekolah ini juga makin diperketat. "Orang yang masuk ke sekolah juga diperiksa secara ketat termasuk mobil dan barang bawaan," ujar Syarifuddin. Sebelumnya, pihak AIS di Jakarta mengirimkan surat kepada Perdana Menteri Australia John Howard guna meminta penambahan dana pengamanan. Pihak sekolah merasa siswa AIS berisiko terhadap para teroris dan sekolah akan terpaksa ditutup, kecuali pemerintah Canberra meningkatkan pengamanannya.
(ton/)











































