Bantuan Mesin Pertanian Ditolak Warga, Gubernur Bali Berang

Bantuan Mesin Pertanian Ditolak Warga, Gubernur Bali Berang

Gede Suardana - detikNews
Selasa, 12 Feb 2013 23:39 WIB
Denpasar -

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengaku kecewa terhadap penolakan bantuan mesin pertanian untuk warga di Pakedungan, Desa Tanah Lot, Kecamatan Kediri, Sabtu pekan lalu. Dia menuding, ada kepentingan politis dibalik penolakan warga tersebut.

"Saya kecewa terdapat kepentingan politik yang merugikan rakyat," kata Pastika pada jumpa pers di kantor Gubernur, Jl Basuki Rahmat, Denpasar, Selasa (12/2/2013).

Pastika merupakan calon incumbent yang maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 15 Mei 2013. Terkait penolakan bantuan tersebut, semula Pastika akan memberikan bantuan kepada warga Sabtu (9/2/2013). Karena adanya penolakan, dia pun memindahkan lokasi acara ke Desa Cemagi di Kabupaten Badung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pastika mensinyalir penolakan tersebut berbau politis. Dia menuding penolakan itu atas perintah Bupati Tabanan Eka Wiryastuti. Eka adalah kader PDIP, yang notabene partai pesaing Pastika di Pilgub Bali.

Pastika menjelaskan, Bupati Tabanan Eka Wiryastuti melarang aktivitas pemberian bantuan dari Pemerintah Provinsi di seluruh Tabanan. Dia membantah pemberian bantuan sebagai pencitraan dirinya jelang Pilgub Bali. Ia berasalan, pemberian bantuan sudah direncanakan sejak lama.

Sementara itu, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengatakan, batalnya acara pemberian bantuan di wilayahnya itu karena faktor miskomunikasi. Dia menilai, insiden tersebut terlalu dibesar-besarkan.

"Saya kira itu dibesar-besarkan saja. Kalau ada salah paham, diluruskan saja, bukan langsung disampaikan kepada media," tegas Eka Wiryastuti, Selasa (12/2/2013).

Wiryastuti menegaskan tidak melakukan penjegalan terhadap kegiatan gubernur di wilayahnya. Ia menjelaskan, selama ini agenda kegiatan kedinasan Gubernur Pastika di Tabanan berjalan lancar.

"Selama ini tidak ada masalah, baik-baik aja. Beliau masih menjadi gubernur, kan?" ujarnya.

(gds/ahy)


Berita Terkait