Pucuk Pimpinan Parpol Koalisi Kebangsaan Rapat di Rumah Mega

Pucuk Pimpinan Parpol Koalisi Kebangsaan Rapat di Rumah Mega

- detikNews
Kamis, 30 Sep 2004 16:47 WIB
Jakarta - Sehari menjelang perebutan kursi pimpinan DPR dan MPR, para ketua umum parpol Koalisi Kebangsaan melakukan konsolidasi. Mereka menggelar rapat tertutup di rumah pribadi Presiden Megawati di Kebagusan, Jakarta Selatan. Mega, yang juga ketua umum DPP PDIP, tampak tiba di rumahnya, Jl. Kebagusan IV nomor 45, Jakarta Selatan sekitar pukul 15.00 WIB, Kamis (30/9/2004). Mega baru datang ke Jakarta, setelah empat hari berada di Pulau Dewata, Bali. Saat tiba di rumahnya, Mega tidak didampingi suaminya, Taufiq Kiemas. Usai mendarat di bandara, Taufiq memilih ke rumah dinas presiden di Jl. Teuku Umar, Jakarta Pusat. Setelah 30 menit kedatangan Mega, sejumlah fungsionaris PDIP tampak datang ke rumah itu. Tampak Wasekjen DPP PDIP Pramono Anung, Heri Akhmadi, Agnita Singadikane, dan lain-lain. Tidak lama kemudian, datang Ketua Umum PDS (Partai Damai Sejahtera) Ruyandi Hutasoit, didampingi fungsionaris PDS. Ketua Umum Akbar Tandjung menyusul ke rumah tersebut tidak selisih waktu lama dengan Ruyandi. Akbar juga didampingi para fungsionaris Golkar, seperti Budi Harsono, Setya Novanto, dan lain-lain. Terakhir, datang juga Ketua Umum PPP Hamzah Haz. Sampai berita ini diturunkan, belum tampak hadir Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) KH Zainuddin MZ. Rapat sendiri sedang berlangsung di sebuah ruangan di rumah Mega itu. Rapat ini beragendakan untuk mengkonsolidasikan pemilihan pimpinan DPR dan MPR di parlemen pada Jumat (1/10/2004) besok. Sejauh ini, Golkar sudah ngotot agar calonnya, Agung Laksono, bisa didukung parpol Koalisi Kebangsaan untuk duduk sebagai ketua DPR. Akbar Tandjung sendiri sudah memplot, ketua DPR akan dijabat Golkar, PPP dan PDIP kebagian wakil ketua DPR. Sedangkan untuk ketua MPR, Akbar memberikan kepada DPIP, sedangkan PPP dan Golkar akan menjadi wakil ketua MPR.Rapat ini sendiri diprediksi akan sedikit alot. Pasalnya, Hamzah Haz sebelumnya juga ngotot agar kadernya bisa menjadi ketua DPR. Hamzah juga akan meminta supaya Koalisi Kebangsaan di parlemen ditinjau ulang, pasca kekalahan Mega-Hasyim. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini