Pemilihan Ketua DPD Ditengarai Sarat Money Politics

Pemilihan Ketua DPD Ditengarai Sarat Money Politics

- detikNews
Kamis, 30 Sep 2004 16:28 WIB
Jakarta - Perebutan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2004-2009 yang baru pertama kalinya akan digelar ditengarai sarat money politics. Indonesia Voter Initiative (IVI), sebuah LSM pemerhati pemilih, menemukan indikasi setiap anggota DPD ditawari ratusan juta rupiah untuk menggolkan calon yang bertarung. "Saya melihat teman-teman di DPD terkesan menunggu bola alias tergantung negosiasi. Meskipun sulit dideteksi tetapi ada indikasi money politics. Angka yang ditawarklan cukup menarik yaitu kisaran ratusan juta rupiah per anggota DPD," kata Koordinator Indonesia Voter Initiative (IVI), Samuel Nitisaputra, usai acara "Rekam Jejak Calon Pimpinan DPD" di Hotel Hilton, Jl. Sudirman, Jakarta, Kamis (30/9/2004). IVI merupakan lembaga yang merekam jejak para kandidat yang akan bersaing memimpin DPD. Hingga kini ada empat nama calon yang akan bertarung dalam pemilihan Ketua DPD. Mereka yakni Sarwono Kusumaatmadja (anggota DPD dari Jakarta), Ginandjar Kartasasmita (Jawa Barat), La Ode Ida (Sulawesi Tenggara) dan Irman Gusma (Sumatera Barat). Menurut Samuel, money politics dalam pemilihan Ketua DPD hampir sama dengan pola yang tejadi dalam pemilihan Ketua DPR. Bedanya, politik uang dalam pemilihan Ketua DPR lebih transparan. Sedangkan dalam pemilihan Ketua DPD lebih susah dilacak karena penawaran dilakukan lewat pesan singkat (SMS). "Kalau anggota DPD ini kabarnya melakukan lobi lewat SMS dengan menawarkan sejumlah uang tadi. Makanya kalau ditanya siapa dari keempat calon itu yang melakukan money politics sulit diketahui," katanya.Berdasarkan penelitian IVI, keempat calon itu mempunyai latar belakang organisasi yang hampir sama. Keempatnya mempunyai latar belakang yang berhubungan dengan Golkar. Ide yang disodorkan keempatnya juga tak jauh berbeda. "Calon-calon seperti Ginandjar dan Sarwono pernah terlibat Orba. Yang berbeda hanya latar belakang pekerjaannya saja. Sarwono politisi, Ginandjar dari birokrat dan militer, Irman pengusaha, sedangkan Laode aktivis LSM," kata Samuel. IVI menilai keempatnya memiliki cukup banyak kelemahan untuk menjadi Ketua DPD. "Jadi diharapkan nantinya dalam memilih anggota DPD harus melihat yang paling minimal keburukannya," imbau Samuel. (iy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini