Ke-9 partai itu masing-masing Partai Merdeka, Partai Barisan Nasional (Barnas), Partai Indonesia Sejahtera (PIS), Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) dan Partai Kedaulatan. Kemudian Partai Pemuda Indonesia (PPI), Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP), Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) dan PNI Marhaenisme.
Β
Ketua Partai Merdeka Kota Binjai, Wahyu Pranata yang berbicara mewakili partai-partai tersebut menyatakan, keputusan untuk mundur itu sudah melalui pertimbangan yang baik. Mereka mengambil sikap demikian karena mengalami nasib yang sama, tidak mendapat perhatian dari pasangan Gus Irawan Pasaribu - Soekirman (GusMan).
"Komunikasi dengan tim pasangan GusMan tidak harmonis. Tim kita tidak dilibatkan dalam tim kampanye. Surat keputusan apapun dari tim untuk kita tidak ada. Maka ya sudah, mundur saja, untuk apa dipertahankan," kata Wahyu kepada wartawan di Binjai, Senin (11/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengurus partai di kabupaten dan kota yang lain, silakan saja kalau mau mendukung, tetapi di Binjai kita tidak memberikan dukungan ke GusMan. Dukungan akan kita alihkan. Dalam waktu dekat akan kita putuskan akan mendukung pasangan yang mana," tukas Wahyu.
Pasangan Gusman maju dalam Pilgub Sumut atas dukungan 22 partai politik, termasuk Partai Amanat Nasional (PAN) dan Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Pasangan ini akan bertarung dengan empat pasangan lainnya dalam Pilgub 7 Maret mendatang, yakni incumbent Gatot Pujo Nugroho - Tengku Erry Nuradi (GanTeng), Chairuman Harahap-Fadly Nurzal, Effendi MS Simbolon-Jumiran Abdi, dan Amri Tambunan-RE Nainggolan.
(/)










































