Perubahan Kepemimpinan, Solusi Konflik di PDIP dan Golkar
Kamis, 30 Sep 2004 15:09 WIB
Jakarta - Konflik internal yang terjadi di tubuh PDIP dan Golkar belum juga selesai. Salah satu solusinya adalah dengan perubahan kepemimpinan.Hal ini diungkapkan pengamat politik Andi Mallarangeng kepada wartawan usai diskusi di The Habibie Center Jl Kemang Selatan Jakarta Selatan, Kamis (30/9/2004)."Mungkin PDIP mau mengadakan kompromi, bentuknya seperti PKB. Gus Dur bukan jadi Ketua Umum tapi Ketua Dewan Syuro. Tentu itu membutuhkan suatu struktur baru yang memberi kesempatan kepada Mega agar tetap punya pengaruh dan jadi pemersatu di PDIP," ujarnya.Namun demikian menurut Andi, masih ada anggota DPP PDIP yang menginginkan Mega memimpin. "Saya melihat orang-orang PDIP sendiri menginginkan ada perubahan di kepengurusan DPP. Tapi di lain pihak mereka tetap menginginkan Mega tetap memimpin," sambungnya.Saat ini, tidak hanya PDIP yang dirundung konflik internal, tapi juga partai berlogo beringin, Golkar. "Nasib PDIP dan Golkar akan tergantung apakah mereka mampu menyelesaikan persoalan perpecahan dan persoalan internal itu," tukasnya. "Kalau mereka berhasil mereka bisa jadi lebih kuat, dengan kata lain konsolidasi. Kalau tidak bisa jadi terpecah-pecah dan melemah di 2009," tegas Andi. Bisa jadi semacam partai tandingan," Andi berujar.Perubahan kepemimpinan juga bisa jadi jalan keluar bagi konflik internal di tubuh Golkar. "Di Golkar, tergantung juga apakah akan terjadi perubahan kepemimpinan. Kalau Akbar tetap berkuasa ya pasti akan kacau terus," demikian Andi.
(dit/)











































