Sudah Ngepak, Akbar Pamit dari DPR
Kamis, 30 Sep 2004 15:10 WIB
Jakarta - Ruang kantor Akbar lengang. Tak ada lagi tumpukan berkas kerja. Barang-barang pribadi sudah diangkut. Sudah siap hengkang dari DPR, Akbar pun pamitan.Hanya perabotan meja, kursi, dan lemari yang tersisa di ruang kantor Ketua DPR Akbar Tandjung di lantai 3 Nusantara III Gedung DPR/MPR Jakarta, Kamis (30/9/2004).Sebuah berkas RAPBN 2005 yang disahkan dalam Sidang Paripurna DPR kemarin disodorkan kepada Akbar. Akbar pun meraih pulpen dan menandatanganinya. "Ini yang terakhir nih," ujar dia kepada para wartawan yang menyaksikannya.Akbar kemudian menuju lobi lantai 3 Nusantara III. Sebuah acara perpisahan telah disiapkan. Beberapa anggota DPR yang kebanyakan dari FPG menikmati hidangan prasmanan.Agung Laksono yang dicalonkan Partai Golkar untuk posisi ketua DPR periode 2004-2009 juga hadir. Fotografer dan Kamerawan pun meminta Agung berpose salaman dengan Akbar. Tapi Agung menolak, bahkan cemberut. "Saya kan belum terpilih," tukasnya sambil merengut.Tidak ada kesan-kesan dari Akbar sebagai ketua DPR yang diungkapkan kepada wartawan. Dia justru membicarakan rencana ke depan. "Hari ini saya sudah mengakhiri tugas saya. Barang-barang sudah diangkat. Untuk selanjutnya saya akan berkantor di Slipi," katanya merujuk lokasi kantor DPP Partai Golkar.Tahun 2009 mau maju jadi presiden? "Kalau tahun 2009, itu soal lain, masih terlalu pagi untuk menjawabnya. Saya menunaikan dulu tugas-tugas di partai. Kami dari pimpinan partai Koalisi Kebangsaan telah sepakat untuk menjaga soliditas koalisi. Kalau ada yang merasa sakit, yang lain juga. Jadi kalau Ibu Mega sakit, saya juga sakit," ujarnya.Sebagai pimpinan Partai Golkar selama 6 tahun, Akbar mengaku mengalami saat-saat yang sangat berat. Banyak tekanan dan ancaman yang dihadapi. Bahkan ancaman secara fisik pun pernah dialaminya."Ini akan saya sampaikan dalam pertanggungjawaban pada Munas Partai Golkar yang akan diselenggarakan bulan Desember 2004 di Bali. Biarkan Munas yang akan menilai pertanggungjawaban saya," katanya.Kemungkinan maju lagi sebagai ketua umum Partai Golkar? "Tergantung pada dukungan yang saya peroleh. Memang sudah ada beberapa orang yang menyebut akan mendukung saya lagi. Nantinya akan tergantung seberapa kuat dukungan-dukungan ini. Kalau ada dukungan, berarti itu kan tugas, ya saya siap saja," demikian Akbar.
(sss/)











































