Newmont Bantah Sogok Kapolri 10 Juta Dolar

Newmont Bantah Sogok Kapolri 10 Juta Dolar

- detikNews
Kamis, 30 Sep 2004 13:07 WIB
Jakarta - Isu sogok menyogok kembali bergentayangan. Angkanya tidak tanggung-tanggung: 10 Juta Dolar AS. Kali ini korbannya PT Newmont Minahasa Raya (NMR) dan Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar. Namun Newmont pun buru-buru membantah. "Kami sudah mengikuti semua aturan dan prosedur hukum yang berlaku. Tidak mungkin kami melakukan upaya seperti itu," ujar kuasa hukum PT NMR Luthfi Yasid kepada wartawan di Mabes Polri Jl Trunojoyo Jakarta Selatan, Kamis (30/9/2004). "Di luar itu kami tidak mengurusi. Kami murni mengurus legal prosedur," lanjutnya.Luthfi melontarkan bantahan itu saat menjawab pertanyaan wartawan. Pernyataan Luthfi itu tak lain adalah bantahan atas isu yang beredar bahwa Kapolri menerima uang 10 juta dolar AS. Duit itu sebagai imbalan untuk tidak menahan Presdir PT NMR Richard Ness dan membebaskan 5 orang pejabat Newmont yang saat ini masih ditahan di Mabes Polri.Isu jahat yang berhembus itu menyebutkan, uang itu diserahkan Dubes AS Ralph L Boyce pada pertemuan tertutup yang berlangsung Rabu (29/9/2004). Untungnya Newmont buru-buru membantah sebelum isu suap itu kian menyebar.Bahwa Dubes AS Ralph L Boyce bertemu dengan Kapolri Jenderal Dai Bachtiar, memang benar adanya. Pertemuan itu berlangsung Rabu (29/9/2004) pagi di Mabes Polri. Pertemuan itu berlangsung secara tertutup."Memang saya telah menerima tamu Dubes AS Ralph L Boyce. Dia datang itu berpamitan karena masa tugasnya sudah selesai. Di samping itu dia juga menyerahkan bantuan," kata Kapolri Jenderal Dai Bachtiar kepada wartawan di Departemen Kesehatan, Rabu (29/9/2004). Sayangnya Kapolri tidak merinci, bantuan itu berupa apa dan untuk apa! (dit/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini