11 Mahasiswa UMI Makassar Dipecat, 26 Diskorsing
Kamis, 30 Sep 2004 12:15 WIB
Makassar - Dianggap telah melanggar aturan kampus, 11 mahasiswa Jurusan Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dikeluarkan dari universitas. Selain itu, 26 orang diskorsing selama empat semester atau dua tahun tidak diperbolehkan mengikuti perkuliahan. Sanksi itu keluar Kamis (30/9/2004).Pemecatan ini berawal dari kengototan para mahasiswa untuk tetap menggelar acara penyambutan mahasiswa baru. Padahal, pihak universitas telah mengeluarkan aturan yang tidak memperbolehkan kegiatan penyambutan mahasiswa baru dalam bentuk apa pun dalam bentuk SK Rektor UMI No 2922/11.20/UMI/VII/2004.Namun aturan tidak diindahkan, mahasiswa Jurusan Mesin tetap menggelar penyambutan baru yang diberi nama: Bina Akrab. Bina Akrab ini digelar dengan membawa para mahasiswa baru ke Desa Puca, Kabupaten Maros pada Jum'at hingga Minggu (24-26/9/2004).Pihak fakultas pun berang, terlebih dari pengakuan salah seorang warga di Desa Puca yang mengatakan bahwa dalam Bina Akrab itu terjadi pemukulan terhadap para mahasiswa baru dengan menggunakan kayu."Saksi yang ditanyai bilang para mahasiswa melakukan pemukulan dengan pakai kayu terhadap para mahasiswa baru. Saksi itu malah siap didatangkan ke Makassar jika dikehendaki," ujar M. Arifuddin Karim, Dekan Fakultas Teknik UMI Makassar ketika ditemui di ruangannya, Gedung Fakltas Teknik, UMI, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar.Pulang dari kegiatan tersebut, pihak fakultas pun segera membuat surat pemecatan terhadap 11 orang mahasiswa Mesin Fakultas Teknik. Ke-11 orang ini terdiri dari steering committe, ketua panitia, sekretaris panitia, ketua himpunan, sekretaris himpunan, dan koordinator tiap seksi dalam kepanitiaan.Sedangkan 26 orang mahasiswa yang diskorsing adalah anggota biasa kepanitiaan Bina Akrab tersebut.Hingga saat ini, sejumlah mahasiswa telah menerima surat pemecatan dan skorsing tersebut namun sebagiannya lagi belum menerima. Alasannya, petugas pengantar surat dari pihak fakultas belum menemukan rumah tempat tinggal si mahasiswa."Tapi kami telah melayangkan surat resmi kepada mereka," ujar Ahmad Seng, pembantu rektor III Fakultas Teknik, UMI.
(nrl/)











































