Ambil Alih PD, SBY Dianggap Risau dan Ingin Cepat Keluar dari Masalah

Ambil Alih PD, SBY Dianggap Risau dan Ingin Cepat Keluar dari Masalah

Ray Jordan - detikNews
Minggu, 10 Feb 2013 09:04 WIB
Ambil Alih PD, SBY Dianggap Risau dan Ingin Cepat Keluar dari Masalah
Jakarta - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kini mengambil alih kepemimpinan Ketua Umum PD, Anas Urbaningrum. Sikap tersebut dinilai karena SBY dan para elite PD saat ini sudah risau dan ingin cepat keluar dari masalah yang sedang dihadapi PD.

"Itukan mencerminkan bahwa elite Demokrat dan SBY sangat merisaukan kemerosotan Demokrat. Kalau saya lihat ini karena kerisauan dan ingin cepat keluar dari masalah supaya Demokrat tidak merosot (elektabilitasnya)," ujar pengamat politik Andrinov Chaniago saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (9/2/2013).

Dalam pidatonya, SBY meminta agar Anas Urbaningrum berkonsentrasi terhadap penyelesaian dugaan kasus hukum yang dihadapinya. Permintaan SBY tersebut dinilai Andrinov secara tidak langsung berarti sebagai pen non aktifan Anas sebagai ketua umum partai. Terlebih dugaan keterlibatan Anas dalam kasus korupsi Hambalang dianggap sebagai faktor terbesar kemerosotan PD dalam survei elektabilitas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemerosotan itu diyakini karena ada kadernya yang terus menjadi sorotan, Anas Urbaningrum yang saat ini tengah disorot. Terkait status Anas tersebut dianggap mengganggu popularitas Demokrat. Jadi memang ada masalah yang harus diselesaikan. SBY sebagai ketua majelis tinggi menggunakan kewenangannya untuk menata langsung partai dan meminta Anas untuk non aktif, bahasa lain dari konsentrasi mengahadapi kasus di KPK," jelasnya.

Menurut Andrinov, yang harus dilakukan SBY sebagai Ketua Dewan Pembina dan Ketua Majelis Tinggi PD adalah menata partainya untuk dapat berdiri kokoh kembali. Dengan demikian, popularitas PD akan kembali meningkat.

"Saat ini, menata kembali partai lebih penting daripada memikirkan kemerosotan suara. Jadi yang penting ini partai dibenahi. Dengan sendirinya hasil perolehan dukungan akan menyusul," terangnya.

(jor/rvk)


Berita Terkait