"Gimana mau main sepeda atau olahraga. Ribet, susah banyak pedagang di semua sisi," kata seorang warga, Ilian Deta yang berniat berolahraga bersama anak dan suaminya.
Mulai dari penjual obat kuat, penjual obat gatal, penjual kelinci, dan aneka macam pedagang makanan tumplek blek di Monas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita kan ke Monas mau olahraga, mau santai rekreasi. Di Monas lebih enak karena masih banyak pepohonan," jelas membandingkan dengan kawasan car free day di Sudirman-Thamrin.
Kondisi Monas yang semrawut membuat tak nyaman warga. Illin berharap, Pemprov DKI bisa mengambil tindakan bijak, untuk warga yang ingin berolahraga, juga pedagang yang mencari nafkah.
"Sampah juga di mana-mana. Semoga saja semua bisa diatur, biar tertiba," terang warga Kalibata Jaksel ini.
(ndr/rvk)










































