“Kabarnya pengurus DPW Partai NasDem Sumsel akan dibekukan dan diambilalih pengurus baru yang ditunjuk DPP," kata Malik, salah seorang kader yang menjaga kantor di Jl Basuki Rahmad, Palembang, Sabtu (9/2/2013).
"Kami jelas jelas menolaknya. Maka kami terus berjaga di sini,” sambungnya.
Malik dan para kader NasDem di Palembang tidak rela kepengurusan dibekukan padahal tidak ada masalah krusial yang mengganggu. Terlebih tidak ada penjelasan yang terbuka dari DPP Partai NasDem atas kabar pembekuan yang juga melanda beberapa DPW lain NasDem di Indonesia.
"Kami sudah capek-capek membangun partai dari nol, eh sekarang mau diambilalih. Yang benar dong!" tegas Malik.
Bila memang DPP NasDem berkeras melakukan penggantian pengurus, Malik memastikan dirinya dan seluruh kader muda NasDem akan memulangkan KTA mereka. Pengunduran diri merupakan langkah yang lebih terhormat bagi mereka.
"Tapi kami masih berharap itu tidak perlu sampai demikian. Kami pikir pengurus pusat akan mempertimbangkannya," harap Malik.
Ketua DPW Partai Nasdem Sumsel Febuar Rahman yang dihubungi melalui telepon mengaku belum menerima surat resmi tentang pembekuan kepengurusannya. Karena pembekuan baru berupa isu, dirinya tetap beraktifitas normal.
"Isu itu saya sudah mendengar. Tapi saya belum tahu apa alasannya,” kata Februar.
(tw/lh)











































