PM Blair Janji akan Merespons Penculik Sandera Inggris

PM Blair Janji akan Merespons Penculik Sandera Inggris

- detikNews
Kamis, 30 Sep 2004 10:26 WIB
Jakarta - Sandera Inggris Kenneth Bigley hingga saat ini masih dalam tawanan kelompok bersenjata di Irak. Sebelumnya teknisi berusia 62 tahun itu telah memohon kepada Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair untuk menyelamatkan jiwanya. PM Blair mengatakan akan merespons para penculik Bigley jika mereka melakukan kontak dengan pemerintahnya. Demikian seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (30/9/2004)."Mereka (penculik) tidak melakukan upaya apapun untuk mengadakan kontak dengan kami. Jika mereka mengadakan kontak, kami akan meresponsnya dengan cepat," ujar Blair kepada wartawan di sela-sela konferensi tahunan Partai Buruh pimpinannya."Kami tidak tahu dimana mereka dan mereka tidak menghubungi kami. Mustahil bagi kami untuk melakukan kontak dengan mereka," tutur Blair seraya menambahkan bahwa pemerintahnya melakukan segalanya yang mungkin untuk menyelamatkan sandera Inggris tersebut.Stasiun televisi Arab, Al Jazeera menayangkan gambar Bigley yang kembali memohon bantuan kepada Blair. Dalam tayangan itu, Bigley yang tampak tertekan, mendesak Blair untuk memenuhi tuntutan penculik -- membebaskan tahanan perempuan Irak dari penjara. "Tony Blair berbohong, dia berbohong saat mengatakan bahwa dirinya bernegosiasi. Dia tidak bernegosiasi. Nyawa saya murah baginya. Dia tidak perduli dengan saya," seru Bigley dengan suara gemetar. "Saya memohon anda demi jiwa saya. Tolong bermurah hati sedikit," imbuh pria Inggris yang diculik hampir dua pekan lalu.Kemunculan Bigley di layar TV terjadi setelah dua sandera Italia dibebaskan Rabu (29/9/2004) kemarin oleh para penyanderanya di Irak. Pembebasan kedua perempuan itu disambut gembira oleh seluruh bangsa Italia. Sebelumnya Bigley sempat dikhawatirkan telah dibunuh menyusul pemenggalan dua sandera AS yang diculik bersama dirinya dari sebuah rumah di Baghdad awal September lalu. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads