Sikapi Anjloknya Suara Versi Survei, Partai Demokrat di Jateng 'Pecah'

Sikapi Anjloknya Suara Versi Survei, Partai Demokrat di Jateng 'Pecah'

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 07 Feb 2013 16:31 WIB
Sikapi Anjloknya Suara Versi Survei, Partai Demokrat di Jateng Pecah
Semarang - DPD dan DPC Partai Demokrat di Jateng berbeda pendapat soal kisruh DPP terkait anjloknya suara partai berdasarkan hasil survei. DPD menghendaki Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun tangan karena masalah di DPP berimbas ke daerah, sedangkan DPC berpendapat partai tidak bermasalah, sehingga tidak perlu tindakan strategis dari SBY.

Ketua DPC PD Purworejo, Muhammad Abdullah yang mengklaim mewakili 24 DPC mengatakan, kondisi partai di tingkat bawah kondusif. Semua kader tengah mempersiapkan Pilgub 2013 dan Pemilu 2014. DPC-DPC mendukung penuh Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan membantah Anas tersandera oleh proses hukum.

"Kondisi aman," kata Abdullah di rumah makan, Jl Kyai Saleh, Semarang, Kamis (7/2/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Abdullah menambahkan, DPC mendesak mendesak DPP menata ulang kepengurusan partai di tingkat provinsi. "Agar ketua DPD tidak menimbulkan kerancuan lagi," katanya.

Ketua DPC PD Purbalingga Muhammad Ikhsan menambahkan, DPD, terutama ketua dan sekretarisnya, merupakan trouble maker. "DPC resah? Itu tidak benar! Kami solid dukung ketua umum terpilih Anas Urbaningrum dan pembina partai, Pak SBY," ujarnya.

Abdullah dan Ikhsan mengklaim mewakil sejumlah DPC seperti Semarang, Pati, Rembang, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kab Magelang, Surakarta, Wonogiri, dan Sukoharjo.

Sebelumnya, terkait hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) yang menyebut anjloknya elektabilitas Partai Demokrat, Ketua DPD PD Jateng, Sukawi Sutarip mengatakan, tubuh partai di tingkat DPC mulai khawatir dan merasa tersandera oleh proses hukum. Ia berharap supaya SBY segera turun tangan mengembalikan elektabilitas partai.

"Kami dari kader meminta Pak SBY turun tangan. Kami percaya beliau bisa," tutur mantan Wali Kota Semarang itu dalam jumpa pers di sebuah rumah makan di Semarang, Selasa (5/2/2013) lalu.

(alg/trw)


Berita Terkait