Masalah apa itu?
"Saya ingin minta maaf kepada seluruh pimpinan, karena kita bekerja sudah lama dan sesuatu kompak. Tapi ada satu yang belum kompak dengan saya, yakni sepakat poligami. Jadi dalam hal ini kita masih beda madzhab," kata Anis Matta disambut tawa hadirin.
Selain kepada Marzuki Alie, permintaan maaf itu juga dia tujukan kepada Priyo Budi Santoso, Pramono Anung dan Taufik Kurniawan. Mereka semua berkumpul di ruang rapat pimpinan DPR, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/2/2013). Hadir dalam pertamuan itu .
Kelakar yang dilontarlan Anis Matta itu disambut oleh ketua DPR Marzuki Ali. Secara bercanda dia membenarkan bahwa jajaran pimpinan DPR tidak kompak dalam masalah poligami, namun setidaknya sudah ada pemahaman ke arah yang sama.
"Selama ini kami punya chemistry dalam memimpin DPR, saling percaya, saling memahami. Walaupun tadi kita belum sepakat masalah poligami tapi ada pemahaman-pemahaman menuju ke sana," kata Marzuki.
Usai beramah-tamah dan saling berseloroh itu, Anis Matta kemudian secara resmi menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada ketua DPR Marzuki Ali. Pengunduran diri ini karena dirinya ditugaskan menjadi Presiden PKS menggantikan Luthfi Hasan Ishaaq yang menjadi tersangka kasus dugaan suap impor sapi.
(bal/lh)











































