Untuk nyapres di Pemilu 2014, Jokowi harus mengantongi restu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Hal tersebut dirasa cukup sulit diraih Jokowi.
"Saya kira belum saat ini belum, karena 2014 Jokowi baru 2 tahun jadi Gubernur DKI. Jokowi paling enak maju 2019 karena sudah satu periode di DKI," kata pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif lembaga survei Indo Barometer, M Qodari, kepada detikcom, Kamis (7/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biarkan dia berkompetisi 2019 nanti, jauh lebih elegan bukan? Jokowi adalah aset pemimpin populis," kata Gun.
Jika Jokowi maju Pilpres 2014, lanjutnya, akan ada sedikit kekecewaan warga Jakarta. Belum puas warga Jakarta menikmati 'bulan madu' bersama pemimpin yang merakyat ini.
"Ekspektasi terhadap dia sangat tinggi, sehingga Jokowi harus membayarnya dengan kinerja," tegas Gun.
Dalam survei yang dilakukan oleh Pusat Data Bersatu (PDB) pimpinan Didik J Rachbini menunjukkan Jokowi sebagai capres potensial dengan elektabilitas tertinggi, melampaui Megawati dan Prabowo Subianto.
Namun PDIP tak merestui Jokowi di Pilpres 2014. Jokowi sendiri menyatakan dirinya belum memikirkan Pilpres 2014.
(van/nrl)











































