"Saya Jumat ke koperasi bajaj biar nanti dapat masukan yang lebih bagus lagi," kata Jokowi usai bertemu perwakilan sopir bajaj di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2013). Koperasi bajaj memiliki sekitar 15 ribu bajaj di Jakarta.
Jokowi menampung semua permasalahan sopir bajaj mulai dari
harga bajaj yang mahal, keinginan dikelola oleh koperasi, usulan paguyuban bajaj.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, indikasi monopoli itu diduga karena bajaj hanya bisa dibeli di satu perusahaan. "Gimanalah. Orang beli bajajnya hanya di satu PT," kata Jokowi.
Ketika ditanya tentang tuntutan sopir bajaj agar Kepala Dishub dicopot, Jokowi akan mengeceknya.
"Nanti saya cek semua, keinginan saya nampung semua. Besok saya rapatin internal, Jumat ke Kemanggisan (koperasi bajaj). Mungkin minggu depan sudah," kata dia.
Sopir bajaj yang menemui Jokowi menamakan diri Solidaritas Pemilik dan Pengemudi Bajaj Jakarta. Mereka membawa spanduk bertuliskan 'Solidaritas Pemilik dan Pengemudi Bajaj Jakarta Kami Menuntut Hapus Sistem Seleksi atau Lelang Jasa Operator Lingkungan Bajaj dan Dikembalikan Sistem SK Gubernur tentang Peremajaan Bajaj di Jakarta'.
Koordinator aksi dari Jaksel Wiwik Wijaya menuturkan, mereka tidak kuat untuk membayar peremajaan bajaj Rp 60 juta.
(aan/nrl)











































