"Paling berkesan sidang paripurna, gaduhnya kan ada di paripurna. DPR mengesankan karena ributnya, yang lainnya biasa aja," kata Anis Matta usai mengemasi barang-barang di ruang kerjanya, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/2/2013).
"Kalau waktu kunjungan yang berkesan ke Ekuador, karena kita disambut pakai parade militer. Itu baru pertama kali," lanjutnya sambil tersenyum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harus membiasakan terlibat dalam perdebatan intelektual, pasti akan selalu gaduh. Tapi jangan dianggap parlemen gaduh ini tidak baik, karena ini sudah tabiatnya," ucapnya.
Anis mengaku merasa berat harus meninggakan parlemen dan memegang amanah sebagai presiden PKS. Namun menurutnya, ujian itu harus dilalui.
"Ini waktu paling berat diantara semua waktu dalam hidup saya. Tapi harus dilalui," kata Anis.
"Saya lebih sukai pekerjaan daripada jabatan, karena yang menantang pekerjaannya. Saya selama tiga tahun banyak belajar karena background saya hukum Islam, untuk belajar saya ambil posisi ini (wakil ketua DPR)," lanjutnya.
(iqb/lh)











































