Arifin Panigoro: Koalisi Kebangsaan Harus Ditinjau Kembali
Kamis, 30 Sep 2004 00:55 WIB
Jakarta -
Keraguan terhadap efektifitas Koalisi Kebangsaan kembali muncul. Tokoh PDIP Arifin Panigoro menilai koalisi ini sudah tidak efektif lagi dan harus ditinjau kembali, dan bila diteruskan akan njomplang.Hal ini disampaikan salah seorang Ketua DPP PDIP ini kepada wartawan sebelum acara peluncuran bukunya yang berjudul "Membangun Lanskap Politik Baru" di Niaga Tower, Jl. Sudirman, Jakarta, Rabu (29/9/2004) malam.Acara ini dihadiri berbagai tokoh politik dan pengusaha. Yang hadir, antara lain, Marsilam Simanjuntak, Meilono Suwondo, Hidayat Nur Wahid, Fahmi Idris, Ginandjar Kartasasmita, Aburizal Bakrie."Berat. Harus ditinjau kembali. Ini kan kepentingan sesaat. Bagi sebagian kita ibu (Megawati) harus jadi presiden. Ternyata ibu tidak menang. Ini akan jadi njomplang. Tapi saya tidak bilang itu harus distop tapi hanya tidak efektif," katanya.Bagaimana dengan demo-demo menuntut pembubaran koalisi? "Memang selama ini di daerah yang mayoritas keberatan dengan Koalisi Keberatan. Tapi kan itu dinamis. Pihak DPP sendiri sudah meredam agar tenang," jawab Arifin.Tentang siapa yang akan dicalonkan sebagai Ketua DPR dari PDIP, menurut Arifin masih dicari. "Ya, kita sedang cari. Dari koalisi sendiri ingin dari Golkar. Tapi banyak juga ingin yang lain," katanya. Lalu ditambahkannya, "Kalau pemilihan Ketua DPR, sebenarnya mengikuti aturan Susduk DPR itu yang memilih anggota-anggota DPR. Biarlah anggota-anggota yang milih."Sementara menjawab pertanyaan apakah politisi dari Koalisi Kebangsaan boleh duduk di kabinet SBY, Arifin menjawab diplomatis. "Ya, boleh-boleh saja orang menjadi menteri. Mungkin Pak Kwik (Kwik Kian Gie) juga ingin jadi menteri."
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































