Jelang Eksekusi, Saelow Praseart Terlihat Tenang

Jelang Eksekusi, Saelow Praseart Terlihat Tenang

- detikNews
Kamis, 30 Sep 2004 00:15 WIB
Medan - Saelow Praseart (62), salah seorang terpidana mati kasus narkoba berkewarganegaraan Thailand, terlihat tenang menjelang pelaksanan eksekusi. Ayah empat orang ini tidak terlihat emosional.Kesan ini disampaikan Martin Pangaribuan (39), dari pelayanan Oukumene Medan, yang bertemu Saelow dari pukul 19.00 WIB sampai 20.30 WIB, Rabu (29/9/2004), guna memberikan siraman rokhani."Berbeda dengan Chaubey (Ayodhya Chaubey, terpidana mati yang sudah dieksekusi, red) yang sedikit emosial dan beberapa kali marah-marah menjelang masa eksekusi. Saelow lebih tenang, ia siap menghadap sang Pencipta," kata Martin.Martin memberikan siraman rokhani kepada Saelow di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IA Tanjung Gusta, Jl. Pemasyarakatan, Medan, bersama sekitar 10 jemaat dari Oukumene Medan. Dalam acara siraman rokhani itu juga dinyanyikan lagu-lagu pujian.Menurut Martin, yang ditemui wartawan usai memberi siraman rokhani, kondisi Saelow hingga saat ditemuinya dalam keadaan baik. "Dia memang tidak banyak bicara. Tapi selama ini dia memang begitu, tidak banyak bicara kendati fasih berbahasa Indonesia."Saelow, jelas Martin, dibaptis pada 15 Maret 2003 atas kesadaran sendiri. Semenjak masih di Thailand ayah dari empat anak yang semua beragama Budha ini mengaku sudah tertarik pada ajaran Kristen."Sekarang ini justru keimanannya semakin kokoh. Dia tidak menunjukkan wajah yang sedih, apalagi menangis. Justru kawan-kawannya yang menangis karena sedih, termasuk saya," tutur Martin.Didampingi PsikologMenurut seorang pegawai LP Tanjung Gusta, baik Saelow maupun Namsong Sirilak (32) saat ini masih berada di LP. Kedaunya masing-masing didampingi seorang psikolog, seorang dokter, dan dijaga sekitar empat polisi.Tiga unit mobil yang sempat keluar dari LP dan diduga membawa keduanya ternyata memang hanya merupakan upaya pengalihan wartawan. Tapi, wartawan tidak mudah dikelabui dan tetap menunggu di depan LP. (gtp/)


Berita Terkait