Jelang Eksekusi Namsong & Saelow
Tiga Unit Mobil Keluar dari LP
Rabu, 29 Sep 2004 23:20 WIB
Medan - Pelaksanaan eksekusi dua terpidana mati kasus narkoba berkewarganegaraan Thailand, Namsong Sirilak (32) dan Saelow Praseart (62), hingga kini belum jelas. Namun diduga keduanya sudah dibawa ke tempat pelaksanaan eksekusi.Dugaan ini muncul dari meluncurnya tiga unit mobil dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IA Tanjung Gusta, Jl. Pemasyarakatan, Medan. Yakni mobil ambulans BK 1829 EH, sedan Toyota Corolla DX warna biru BK 882 BD, dan Kijang kapsul warna hitam nomer BK 1544 GG.Ketiga mobil itu meninggalkan LP Tanjung Gusta sekitar pukul 22.55 WIB dengan kecepatan tinggi. Ketiganya berbelok ke kiri menuju Jalan Kelambir V. Sebelumnya dua mobil, ambulans dan sedan Toyota Corolla DX, masuk ke dalam kompleks LP, dan sekitar 10 menit kemudian keluar.Ketiga unit kendaraan itu meluncur meninggalkan LP sekitar 20 menit setelah pengacara dari LBH Medan pergi dari tempat tersebut tanpa berhasil menemui kedua kliennya.Apakah satu atau dua di antara ketiga mobil tersebut membawa kedua terpidana mati yang akan dieksekusi? Belum ada konfirmasi tentang itu. Yang jelas di bagian depan mobil ambulans ada satu penumpang, dan di belakang ada empat penumpang. Sedang di mobil sedang terlihat satu penumpang di samping sopir.Di mobil kijang? Kacanya yang gelap menyulitkan wartawan, termasuk detikcom, untuk mengetahui apakah ada penumpang di dalamnya.Walau menduga bahwa kendaraan-kendaraan tersebut membawa dua terpidana mati yang akan dieksekusi, namun para wartawan tidak buru-buru mengejarnya. Karena bisa bisa saja itu hanya pengalihan perhatian. Bisa saja kedua terpidana mati masih berada di dua LP, dan baru akan dibawa kemudian. Saat ini ada di depan LP masih ada delapan unit kendaraan. Seorang pegawai LP kepada detikcom menyatakan baik Namsong maupun Saelow dalam keadaan baik. Namsong malam ini mengenakan atasan putih dan celana panjang hitam dan masih sempat tertawa kepada LP yang menemaninya. Sementara Seilow mengenakan celana pendek dan atasan warna gelap. Keduanya, menurut si pegawai LP, terlihat siap menjalani eksekusi.
(gtp/)











































