"Pernyataan Anas dan pernyataan Jero Wacik dan sejumlah anggota dewan pembina ini sudah masuk kategori perang terbuka," kata pengamat politik UIN Jakarta, Gun Gun Heryanto, kepada detikcom, Rabu (6/2/2013).
Golongan sesepuh yang masuk dewan pembina PD memanfaatkan momentum survei yang digelar oleh SMRC sebagai titik tolak untuk menyerang Anas. Gun melihat ada upaya penggulingan Anas yang sangat nyata, oleh orang yang disindir Anas sebagai sengkuni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih ingat saat Ventje Rumangkang menggoyang kepemimpinan Anas dengan sarana Forum Silaturahim Pendiri dan Deklarator PD pada pertengahan tahun 2012 lalu? Goyangan terhadap Anas kali ini tak lepas dari gerakan pada tetua PD yang tak menghendaki Anas bertahan.
"Kalau pasca kongres ada tiga faksi, sekarang hanya ada dua faksi. Pendukung Anas dan dewan pembina inner circle SBY sendiri," nilai Gun, menganalisis.
Namun tak mudah bagi para politisi senior PD untuk menggulingkan Anas. Konsolidasi yang rutin digelar Anas berbuah loyalitas yang cukup kuat. Justru mengancam eksistensi polisi senior di PD.
"Anas tidak mudah dilengserkan oleh orang-orang tua di dewan pembina dan majelis tinggi partai," katanya.
Anas hanya bisa dilengserkan jika terbukti terlibat kasus korupsi. Paling jelas, kalau Anas dinyatakan tersangka KPK dalam kasus Hambalang.
"Kalau Anas tersangka tidak ada yang bisa membangkang itu ada konsensus hukum dalam AD/ART. Tanpa itu rumit bagi mereka," bebernya.
Tanpa ketegasan status Anas, maka kerja keras para sengkuni menggoyang pucuk pimpinan PD akan sia-sia. "Kalau status Anas sampai akhir 2013 tidak jadi tersangka, semakin rumit bagi PD," tandasnya.
(van/nrl)











































