Jokowi: Warga Waduk Pluit Harus Dipindah, Nggak Bisa Ditawar

Hari ke-114 Jokowi

Jokowi: Warga Waduk Pluit Harus Dipindah, Nggak Bisa Ditawar

Salmah Muslimah - detikNews
Rabu, 06 Feb 2013 14:11 WIB
Jokowi: Warga Waduk Pluit Harus Dipindah, Nggak Bisa Ditawar
Jakarta - Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) kesal warga di sekitar Waduk Pluit tidak mau pindah. Warga Waduk Pluit harus pindah agar tidak banjir lagi.

"Soal waduk itu tegas, nggak bisa ditawar," ujar Jokowi di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2013).

Jokowi saat ini masih mencari solusi bagi warga sekitar Waduk Pluit. Masalahnya, warga tidak mau dipindah ke Rusun Marunda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga sekitar waduk, lanjut Jokowi, berencana pindah dekat dengan kawasan itu. Jokowi akan mengecek lahan tersebut dalam waktu dekat.

"Tapi yang paling penting Marunda juga ngantre tuh. Sampe kehabisan ruang," kata pria kelahiran 21 Juni 1961 ini.

Pada Selasa (5/2/2013) kemarin, sekitar 50 warga Waduk Pluit menemui Jokowi karena menolak digusur. Di lahan di atas waduk tersebut, warga sudah memiliki rumah meski kecil. Jika digusur ke rusun, warga harus membayar sewa dan biaya transportasi untuk pergi kerja. Atas hal ini, Jokowi meminta warga memberikan solusi.

Waduk Pluit berfungsi mengendalikan banjir di Pluit dan sekitarnya. Waduk ini memiliki luas 80 hektare dan 30 hektare yang di antaranya sudah diduduki warga. Selain itu, kedalaman waduk yang seharusnya 10 meter kini tinggal 2 meter. Jokowi akan menormalisasi waduk itu dengan biaya Rp 1 triliun sehingga waduk memiliki daya tampung 6 kali lipat dibanding saat ini.

(nwy/nrl)


Berita Terkait