Sejak Rabu (6/2/2013) pagi, tim evakuasi sudah berada di lokasi tambang emas, Hutabargot Julu, Kecamatan Hutabargot, Mandailing Natal, lebih dari 600 kilometer dari Medan, Ibukota Sumut. Petugas Polsek Panyabungan, yang wilayah hukumnya termasuk Hutabargot, masih memverifikasi laporan tentang korban yang hilang itu.
Kapolsek Panyabungan, AKP E Zalukhu mengatakan, berdasarkan laporan warga, ada tiga orang yang masih berada di lubang. Masing-masing atas nama Danan, Zulhan san Agus. Ketiganya warga Panyabungan. "Kita masih telusuri, tim sudah berada di lokasi," kata Zalukhu kepada wartawan, Rabu siang dari Panyabungan, Ibukota Mandailing Natal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beredar informasi, bahwa pada Selasa (5/2/2013) malam warga mengevakuasi beberapa korban yang ditemukan tewas. Tetapi informasi ini masih bersifat rumor dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Akses komunikasi ke lokasi relatif sulit dilakukan, sehingga hasil pengecekan tidak bisa cepat diperoleh.
"Kita masih melakukan penyelidikan," tukas Zalukhu.
Tambang emas ilegal itu runtuh pada Senin (4/2/2013) malam. Saat kejadian, para pekerja sedang menambang mencari emas. Tambang yang runtuh itu hanyalah salah satu dari sekian banyak lubang tambang emas ilegal yang berada di Hutabargot. Sudah beberapa kali kejadian penambang tewas di lokasi tersebut, baik karena tertimbun maupun keracunan zat asam. Meski demikian, aktivitas penambangan tetap dilakukan.
(rul/trw)










































