Simsalabim! Ini 4 'Sulap' Jokowi Ubah Wajah Jakarta

Simsalabim! Ini 4 'Sulap' Jokowi Ubah Wajah Jakarta

- detikNews
Rabu, 06 Feb 2013 09:43 WIB
Simsalabim! Ini 4 Sulap Jokowi Ubah Wajah Jakarta
Jakarta -

Sulap Waduk Ria Rio Bak Marina Bay Singapura

Nantinya, Anda tidak usah jauh-jauh lagi berwisata ke Marina Bay Singapura. Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) berencana menyulap Waduk Ria Rio di dekat Jalan Perintis Kemerdekaan, Pulogadung, Jakarta Timur, layaknya destinasi terkenal di Singapura itu.

Jokowi berencana membeli waduk itu sebagai upaya memperluas ruang terbuka hijau (RTH). Saat ini, waduk yang memiliki luas sekitar 8 hektar itu masih dimiliki swasta. Setelah dibeli, waduk itu akan diubah menjadi kawasan wisata bak Marina Bay di Singapura.

"Kemarin-kemarin kan developer yang banyak beli lahan kita, sekarang kita balik. Kita yang beli lahan mereka. Seperti waduk Ria Rio dekat Cempaka Mas," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan itu dalam sambutannya di Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2013-2017 di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (5/2/2013).

Jokowi menganggarkan Rp 1 triliun untuk proyek ini.

"Kita juga punya duit, akan kita jadikan botanical garden, stadion, plus waduknya. Seperti di Marina Bay tapi lebih bagus kita dikitlah, kita habis Rp 1 triliun juga sudah bagus," tuturnya.

Sulap Monas Jadi Tempat Festival Musik Etnik

Suasana Taman Silang Monumen Nasional (Monas) yang disusupi aksi premanisme membuat Jokowi senewen. Jokowi pun akan menyulap taman raksasa itu dengan mengadakan festival musik dan sebagainya.

"Nanti dilihat, mulai 2013 organisasinya kita ubah. Kemudian tinjauannya kita perbaiki total," ujar Jokowi di Gedung Aldevco Octagon, Jl Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Rabu (12/12/12).

Menurut Jokowi, Monas akan dijadikan ruang kreatif publik.

"Misalnya festival-festival musik etnik, seni tradisi, tari-tari tradisional. Akan banyak di sana," kata lulusan Fakultas Kehutanan UGM ini.

Sulap Kota Tua Jadi Ruang Penuh Kreativitas

PKL di Kota Tua sudah dibersihkan. Jokowi selanjutnya akan menyurati para pemilik gedung-gedung di kawasan tersebut untuk segera melakukan restorasi.

"Saya minggu kemarin sudah tanya-tanya bangunan-bangunan yang atapnya sudah runtuh. Itu juga akan saya surati pemilik-pemiliknya agar tahun ini segera direstorasi, dikonstruksi," ujar Jokowi di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (2/1/2013).

Tak main-main, jika para pemilik gedung tak segera memperbaiki, Pemprov siap mengakuisisi gedung-gedung tersebut. "Kalau memang nggak mau, diberikan ke kita. Kita juga siap untuk jadi pemilik," lanjutnya.

Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga pernah menuturkan PKL di kawasan Kota Tua akan ditata menjadi lebih elite. Tidak ada pungli, izin resmi dan listrik resmi.

"Percaya kepada kami, Kota Tua kami jadikan Bapak PKL yang elite," kata Ahok saat rapat dengan perwakilan pedagang dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM DKI Jakarta Ratna Ningsih di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (1/2/2013).

Menurut Ahok, sistem berdagang di Kota Tua dapat dilakukan turun temurun.

"Selama anak Bapak mau nerusin melanjutkan usaha itu bisa. Nanti dibuatin kartu, dan ada fotonya. Jadi orang lain nggak bisa ganti-ganti. Saya tahu kenapa orang pada ngotot mau ambil jatah, nanti kan bisa dijual itu, diduitin. Berani curi atau jual barang Pemda kita penjarain, berantem-berantem saja sekalian," papar Ahok.

Sulap Kampung Kumuh

Jokowi juga akan menyulap kampung-kampung kumuh di Jakarta. Anggaran yang sudah disiapkan dengan estimasi satu rumah yakni Rp 56 juta.

"Sekitar 40-an kampung. Satu kampung sekitar Rp 40 miliar. Satu rumah dapat Rp 56 juta," kata Jokowi.

Hal tersebut dia sampaikan saat menjawab pertanyaan peserta acara pemberian motivasi di rapat kerja tahunan 2013 Transmedia di Hotel The Trans Luxury Hotel, Bandung, Jawa Barat, Jumat (1/2/2013).

Mantan Wali Kota Solo ini menegaskan, programnya akan tetap berorientasi pada kampung, bukan rumah susun. Dia tak mau seperti negara tetangga Singapura yang kehilangan identitas karena tak ada lagi kampung.

Adapun kampung yang akan dibenahi oleh Jokowi, antara lain kawasan Kebon Kacang, Jakarta Pusat, yang disulap jadi kampung tekstil.

"Tekstil karena dekat Tanah Abang. Orang bisa belanja dan jadi tempat produktif," imbuhnya.

Tak hanya itu, ada juga kampung panggung di daerah Manggarai, Jakarta Selatan, dan kampung ikan di Penjaringan, Jakarta Utara.

Halaman 2 dari 5
(nik/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads