Para anggota dewan pembina prihatin dengan anjloknya suara partai di berbagai lembaga survei. Maka untuk menyelamatkan suara partai, maka sejumlah pihak meminta Anas untuk mundur dari posisinya saat ini.
Meski begitu para loyalis Anas terus membela bahwa tidak ada alasan yang cukup kuat untuk Anas meletakan jabatannya. Meningkatkat suara partai harus dengan kerja keras dan solidnya kader. Apakah itu cukup?
"Pemilu itu memperebutkan persepsi publik. Jika persepsi publik seperti ini terus, kalau tidak segera dibenahi maka akan hancur suara PD. (Anas mundur) itu jalan terbaik untuk Demokrat, kalau mau legowo Anas bagus," analisa peneliti The Future Institute Rico Marbun saat berbincang dengan detikcom, Rabu (6/2/2013).
Rico menilai wacana mekanisme kongres luar biasa (KLB) juga tidak tepat. Sebab publik akan merasa aneh jika tidak dasar yang kuat untuk menggelar KLB tersebut.
"SBY menempatkan diri di pertengahan, dengan cara seperti itu. Sementara Anas ini manuver politiknya luar biasa, jadi ngga berpangruh apa-apa ke Anas, kita lihat di kongres dulu. Artinya kalau Pak SBY mengandalkan atau membicarakan tema yang sifatnya pertengahan saya pikir kubu Anas tidak akan bergeming," ungkap pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian ini.
Menurut Rico, sinyal yang dilontarkan SBY kepada KPK adalah upaya agar segera memproses Anas sehingga jelas status hukumnya. Karena jika tidak ada dasar hukum yang kuat, maka Anas akan sulit dilengserkan sekalipun oleh SBY sebagai ketua dewan pembina.
"Seperti menyimpan bom waktu, kalau bicara partai kita bicara puluhan tahun. Artinya kalau SBY sekarang dipandang bukan hanya pendiri, tapi orang pertama (presiden) di republik ini. Beliau sebagai presiden sebagai dewan pembina tidak didengarkan, bagaimana sudah tidak menjabat lagi," tutupnya.
Sebelumnya hal senada diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum PD Max Sopacua mengamini pernyataan Sekretaris Dewan Pembina PD Jero Wacik yang menilai mundurnya Anas adalah solusi mengembalikan popularitas PD. Saat ini memang elektabilitas PD tengah terjun bebas sampai tinggal 8 persen. Bagi Max, mundurnya Anas bisa jadi momentum kebangkitan PD.
"Anas mundur dengan legowo, itu yang kita mau," kata Max saat berbincang dengan detikcom, Senin (4/2)
Sementara itu Wasekjen PD Saan Mustopa meminta seluruh elemen PD kompak mengangkat partai.
"Penurunan elektabilitas harus direspon. Kita prihatin dan harus peduli dengan kondisi partai hari ini. Yang dibutuhkan adalah kesadaran bersama menyelamatkan untuk Demokrat, itu harusnya yang menjadi refleksi dari kepedulian. Kesadaran itu hendaknya bersinergi, bukan menegasikan satu sama lain," kata Saan.
(ega/ega)











































