Syafi'i Ma'arif akan Tagih Janji SBY soal Berantas KKN

Syafi'i Ma'arif akan Tagih Janji SBY soal Berantas KKN

- detikNews
Rabu, 29 Sep 2004 17:53 WIB
Yogyakarta - Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr Ahmad Syafi'i Ma'arif berniat menagih janji soal keseriusan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam memberantas KKN. Sebab hampir dipastikan pasangan SBY - Kalla bakal memenangkan pilpres putaran kedua dan sebentar lagi akan menuju istana negara."Kita harus tagih janji Pak SBY itu. Ini persoalan serius bangsa kita. Sebab negara kita kalau ada olimpiade korupsi itu menjadi juara pertama," kata Syafi'i di sela-sela acara peluncuran buku Korupsi Dalam Perspektif Agama-Agama di Kantor PP Muhammadiyah Jl Cik Di Tiro Yogyakarta, Rabu (29/9/2004).Syafi'i mengatakan korupsi di Indonesia ini sudah mengakar kuat di berbagai lapisan dan sudah tahap kronis sehingga perlu melakukan perang total melawan korupsi. "Harus kita canangkan jihad melawan korupsi. Sebab korupsi saat ini sudah menjadi musuh peradaban bangsa Indonesia. Tapi jangan jihad yang macam-macam," kata Syafi'i.Menurut guru besar ilmu sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu, oleh karena bangsa Indonesia itu memiliki karakter patrilinial maka diperlukan sosok panutan untuk memulai dan berani memberantas korupsi.Sebagai langkah awal ada tiga posisi penting di negara ini yang harus dipegang oleh orang yang jujur dan bersih. Tiga posisi itu adalah Kapolri, Kejagung dan Menkeh. Sebab selama ini banyak kasus seperti kasus BLBI yang masih tak ketahuan juntrungnya. "Tiga posisi itu harus diisi orang yang benar-benar bersih dan jujur," katanya.Sementara itu Direktur Eksekutif Partnership HS Dillon yang turut hadir acara itu menambahkan, memberantas korupsi tak bisa hanya dengan pidato-pidato saja, tapi harus pula diikuti dengan gerakan lainnya. Gerakan kultural seperti yang dilakukan oleh Ketua PP Muhammadiyah, Ketua PB NU dan program partnership itu sangatlah baik."Hal ini penting sekali untuk dilakukan, karena ini akan menjadi sebuah pertarungan besar. Sebab selama ini setiap kali kita coba, kita yang justru hilang," kata Dillon.Dia juga mengaku sudah berpesan kepada SBY ketika bertemu di Yogyakarta beberapa waktu lalu jauh hari sebelum pilpres dimulai. Waktu itu melalui program partnership telah meminta kepada SBY lebih dipertajam dan dioperasionalkan dalam hal pemberantasan korupsi."Kita harus membantunya. Karena resistensi dari birokrasi maupun politisi akan besar sekali. Kalau tidak kita bantu akan gagal," imbuh Dillon. (nrl/)


Berita Terkait