Susun Program Kerja, SBY akan Tutup Open House 1 Oktober

Susun Program Kerja, SBY akan Tutup Open House 1 Oktober

- detikNews
Rabu, 29 Sep 2004 17:45 WIB
Bogor - Capres SBY akan berkonsentrasi menyusun program kerja 100 hari pertamapemerintahannya. Acara open house yang kerap diselenggarakan di kediamannya dijadwalkan ditutup pada 1 Oktober 2004."Mohon Bapak (SBY) diberikan kesempatan untuk berkonsentrasi bekerja menyusun program 100 hari pertamanya. Acara penyampaian selamat, kita tuntaskan sampai dua hari ke depan," kata Staf Pribadi SBY Mayjen (Purn) Irvan Edison saat membuka acara open house di kediaman SBY, Puri Cikeas Indah, Gunung Putri, Bogor, Rabu (29/9/2004).Acara open house di kediaman SBY telah berlangsung sejak 21 September 2004. Ratusan warga dari berbagai daerah berbondong-bondong menyampaikan ucapan selamat kepada capres SBY karena unggul sementara dalam pilpres putaran kedua. Open house dibuka mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB."Memang KPU baru akan mengumumkan hasil final pilpres tanggal 5 Oktober. Namun, bapak berharap bisa mulai bekerja menyusun programnya tanggal 1 Oktober," ujar Edison.Hari ini, acara open house berlangsung lebih tertib dari sebelumnya. Capres SBY yang semula dijadwalkan tidak mengadakan dialog akhirnya bersedia setelah melihat pendukungnya duduk tertib di dalam pendoponya. Kali ini, SBY didampingi istrinya Kristiani dan putra bungsunya Baskoro.Selain itu, penertiban juga tampak di areal pendopo. Tenda dan pagar tali dipasang untuk menertibkan warga saat bersalaman dan foto bersama SBY. Biasanya, warga berebutan dan berdesak-desakan untuk menjabat tangan capres pilihannya.Dalam kesempatan itu, Bapak Kadyo (48) menyampaikan wayang kulit berlapis emas 15 karat bergambar Raja Amarta Kuntodewo kepada SBY. "Saya berharap SBY meniru teladan Raja Amarta yang adil, bijaksana dan anti kekerasan. Saya yakin beliau satria piningit," ujarnya.Saat dialog, wakil pengusaha yang meminta pemerintah mendatang membenahi peraturan perniagaan antara pusat dan daerah yang sering tumpang tindih.Atas permintaan tersebut, SBY berjanji akan melakukan pembenahan. "Saya akan meninjau kembali seluruh aturan tata niaga yang sedang berlaku. Aturan yang merugikan rakyat, petani dan tidak efisien akan dicabut. Jajaran aparatur pemerintahan saya nanti, harus memahami aturan baru mulai menteri, irjen, gubernur sampai camat di daerah," kata SBY. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads