Fahmi Konsentrasi Ganjal Akbar Jadi Ketum Golkar Lagi
Rabu, 29 Sep 2004 17:26 WIB
Jakarta -
Apa yang akan dilakukan Fahmi Idris setelah dipecat dari Golkar oleh Akbar Tandjung? Fahmi menyatakan akan konsentrasi menjegal Akbar untuk menduduki kursi ketua umum (ketum) dalam Munas Golkar pada Desember mendatang.Meski tidak lagi diakui sebagai orang Golkar lagi, rupanya tidak ada kesulitan bagi Fahmi untuk mengobok-obok Pohon Beringin. "Konsentrasi saya adalah mengganjal Akbar untuk menjadi ketua umum kembalin di Munas," ujar Fahmi menjawab pertanyaan seorang peserta Seminar Terbatas Koalisi Kebangsaan 'Mati Suri' (Mendeteksi Pendukung riil SBY-JK).Semibar berlangsung di Plasa Crown Hotel, Jl.Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (29/9/2004). Seminar menghadirkan Fahmi Idris, Kwik Kian Gie, Ade Daud Nasution, Indra J.Piliang, S.Budhisantoso. Namun Kwik dan Budhisantoso berhalangan datang."Saya akan konsentrasi di Munas, saya akan serahkan kepada DPD tingkat I dan II,"kata Fahmi. Menurutnya, Munas mendatang akan menjadi krusial bila Akbar Tandjung memberikan hak suara kepada DPD tingkat II karena pada Munas 1998 terjadi semacam konflik antara DPD I dan II menyusul adanya permintaan dari DPD II untuk meminta hak suara.Tetapi ketika itu, ada kompromi bahwa DPD II baru pada Munas berikutnya mendapat suara, tepatnya pada Munas 2004 ini. "Saya dengar lagi, Akbar tidak akan memberikan hak suara itu. Karena dia berpikiran, kalau DPD II diberi hak suara, maka sudah pasti Akabr tidak terpilih," kata Fahmi.Menurut pria berkacama ini, dalam Konvensi Partai Golkar yang lalu, DPD II diketahui suaranya solid dan tidak memilih Akbar. "Dn Akbar tahu itu dan mati-matian mempertahankan agar DPD II tidak diberi hak suara dalam Munas mendatang," cerita Fahmi."Di Munas inilah saya berkosentrasi karena ketua umum ditentukan," tandasnya lagi.Menurut Fahmi, ada banyak kader Golkar yang pantas menggantikan Akbar. Misalnya saja Surya Paloh, Agung Laksono dan Aburizal Bakrie. "Saya terlalu tua untuk melanjutkan karier politik saya," kilah Fahmi sembari menyangkal dia telah ditawari posisi menteri dalam kabinet SBY-JK.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































