Jokowi pun menyidir pihak-pihak itu. Jokowi bahkan menyebut mereka sebagai 'developer' kelas mikro.
"Kita lihat selama ini cuma ada developer besar saja. Ternyata ada juga developer kelas mikro yang menyewakan tempat di wilayah waduk. Saya lihat ada 70 tempat. Yah saya tahu, wong saya masuk kampung," kata Jokowi.
Jokowi mengatakan itu saat menjawab pertanyaan seorang warga, Dedi dalam Rapat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah di Balai Kota, Jakarta, Selasa (5/2/2013). Dedi mempersoalkan banyaknya warga yang pindah lagi ke Waduk Pluit. Padahal mereka baru tiga bulan menempati Rusun Marunda. Perpindahkan itu karena lokasi kerja mereka berada di sekitar waduk.
Menurut Jokowi, oknum-oknum itu dengan seenaknya menyewakan lahan kepada warga. Padahal lahan itu milik negara.
"Di waduk Pluit ada developer kelas mikro yang menyewakan lahan untuk untuk dijadikan tempat tinggal," kata Jokowi.
"Tanah negara di waduk diduduki, disewakan, dibikin rumah kecil," lanjut Jokowi lagi.
Pencarian solusi untuk relokasi warga di sekitaran waduk tidak semudah warga yang ada di bantaran Kali Ciliwung. Lahan yang tersedia di sekitaran kali bisa digunakan untuk membuat perkampungan. Sedangkan di waduk tidak mungkin.
"Saya tidak mau melanggar tata ruang. Problem tata ruang di Jakarta sangat tidak mudah," jelas Jokowi.
(mok/nwk)











































